Internet : Pisau Bermata Dua

February 20, 2010 · Filed Under jurnalisme 

Interconnected Network (internet) adalah sebuah sistem komunikasi global yang meng-hubungkan komputer  dan jaringan jaringan komputer di seluruh dunia, yang berisi ber-bagai informasi, baik statis, dinamis dan interaktif.Axel (10) dan Sonya (5) menjelajah dunia maya

Riset Militer

Kemunculan internet diawali riset  Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Ad-vanced Research Projects Agency(DARPA)  tahun 1962 bagaimana agar computer ter-hubung satu sama lain. Riset ini dikenal dengan nama Arpanet.  Delapan tahun kemu-dian, lebih 10 komputer terhubung dan berkomunikasi membentuk jaringan (network).  Tahun 1972 dikembangkan program e-mail dan icon @ dan setahun kemudian, Arpanet dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

Email Pertama

Sejak itu, gagasan pengembangan internet terus bergulir.  Tahun 1976 Ratu Inggris berhasil mengirim email.  Lebih 100 komputer menjadi network dan diciptakan news-group pertama.  Jaringan computer makin banyak, muncul Internet Protocol tahun 1982 dan system alamat  computer dikenal dengan nama DNS atau domain name system.  Sejak itu, jaringan computer melonjak berpuluh kali lipat sejak adanya internet relay chat.

Worl Wide Web

Sejak 1990 ditemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antar com-puter yang disebut World Wide Web (www) dan istilah surfing antara jutaan computer.  Muncul situs internet, virtual shopping. Yahoo didirikan dan lahirlah netscape navigator. Dunia langsung berubah!

Paguyuban Network

Di Indonesia, jaringan internet diawali tahun 1990-an dengan komunikasi beberapa ahli IT dan mahasiswa Indonesia di luar negeri yang dikenal dengan paguyuban network. Perkembangan internet dunia dibahas melalui mailing list. Lambat laun, komunitas internet terbentuk.

Pesatnya Internet

Layanan internet komersial dimulai pada tahun 1994 dengan beroperasinya IndoNet. Bisnis internet marak dengan kehadiran puluhan Internet Service Provider. Lalu, ber-kembang e-commerce dan warung internet atau yang kita kenal warnet. Kini, internet seperti mewabah ke seluruh dunia, termasuk Indonesia yang menempati rangking keli-ma di Asia. Pengguna internet di Indonesia terus meningkat  dengan pesat  dan men-capai 30 juta penguna. Pengguna internet di dunia tahun lalu mencapai 1,7 miliar lebih atau 25,6 persen dari total populasi penduduk dunia. Di Indonesia jumlah pengguna internet diperkirakan mencapai 30 juta orang, naik sebesar 1.150 persen dibandingkan tahun 2000.  Namun, penetrasi in-ternet di Indonesia hanya 12,5 persen.  Di Malaysia angka penetrasi 65,7 persen, Singapura 72,4 persen, dan Thailand r 24,4 persen

Kecanduan Internet?

Di China sekitar 10% dari remaja yang disurvei  kecanduan internet. Yang mengejut-kan, remaja yang kecanduan online ini 2,4 kali suka menyakiti diri sendiri, memiliki gejala psikiatrik dan depresi,  gugup dan hilang mood saat tidak online. (Reuter, 2009)

Jejaring Sosial

Hasil survey LP3ES dan SPS di 15 kota besar di Indonesia, termasuk Batam, situs in-ternet yang paling sering di akses adalah jejaring sosial. Apa saja jejaring sosial itu? Ternyata, warung internet adalah tempat paling banyak yang digunakan untuk meng-akses internet sebanyak 67,1 persen, dirumah 19,3 persen, di kantor 7,9 persen dan di kafe 1,6 persen.

Internet ibarat dua sisi mata uang dan pisau bermata dua. Internet banyak manfaatnya. Konvergensi teknologi informasi dan ko-munikasi ini menjadikan dunia semakin global. Pengem-bangan ilmu pengetahuan, bisnis online, kecepatan informasi,  mengakes data melalui mesin pencari (search engine) dsb

Makin murahnya tarif internet dari berbagai operator, Rp0,5 hingga Rp5 per kilobyte, kecanggihan teknologi sehingga pelajar SD, SMP dan SMU kini sudah biasa memakai handphone dan punya email dan account di situs jejaring sosial.

Fenomena Facebook

Di Indonesia, pengguna Facebook lebih dari 17 juta dan Twitter lebih 2,4 juta orang. Facebook diluncurkan 4 Februari 2004 oleh Mark Zucker-berg, mahasiswa Harvard merupakan situs jejaring pertemanan. Twitter adalah layanan micro blogging yang bisa mengirim pembaruan status dan tulisan diluncurkan Maret 2006. Myspace situs jejaring antar teman, profil pri-badi, blog, grup, foto, musik dan video. Linkedin jejaring sosial berorientasi bisnis..

Dalam tempo 6 tahun, pengguna Facebook menembus 400 juta. Di Indonesia sendiri, Facebooker tumbuh begitu cepat. Bahkan, hingga saat ini faceboker Indonesia me-nempati urutan pertumbuhan tercepat kedua di dunia Indonesia hanya kalah dari AS. Survei Inside Facebook yang dilakukan e-marketer, jumlah pengguna Facebook di Indonesia naik 1.431.160 juta pengguna dalam sebulan terakhir.

Blog kini 30 kali lebih banyak dari tiga tahun lalu. Setiap hari tercipta 70.000 blog baru di seluruh dunia.  Diperkirakan, kini alebih 100 juta blog di seluruh dunia.  Awalnya,  weblog atau blog lebih sebagai catatan harian elektronik. Namun, kini berkembang menjadi online berita, citizen journalist  yakni warga biasa yang menjadi wartawan. Koran elektronik Ohmy News di Korea Selatan dibaca 700.000 pengunjung setiap hari dan mengguncang negeri Gingseng itu.

Kasus di Internet, Salah Siapa?

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) , Seto Mulyadi mengatakan pihaknya menerima setidak-tidaknya 100 laporan pengaduan tentang dampak dari penggunaan situs jejaring sosial, Facebook. Anak-anak terutama remaja,  selalu mencari tempat untuk memperoleh perhatian. Kalau dulu mereka memakai surat menyurat atau radio, saat ini ada media lain yang lebih canggih yaitu Facebook ataupun Twitter. Situs jejaring sosial ini dijadikan sebagai tempat curhat, karena merasa kurang diperhatikan di sekolah dan di rumah.

Inilah beberapa kasus yang sempat mencuat ke permukaan:

  1. Farah (18) ABG kelahiran Dumai, Riau divonis 2,5 bulan dengan masa perco-baan 5 bulan oleh Pengadilan Negeri Bogor  karena menghina orang lain melalui Facebook. Terdakwa dijerat pasar 310 dan 331 KUHP tentang perbuatan pence-maran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.
  2. Anthony Stancl (18) menipu teman-temannya dengan mengaku sebagai seorang wanita dan meminta mengirimkan foto telanjangnya. Remaja asal AS itu ditahan dan membayar uang jaminan 25 ribu USD. Ia terlibat kasus pelecehan seksual dan pornografi. Ia dikeluarkan dari sekolahnya.
  3. Seorang pria Inggris membunuh istrinya karena mengubah status di profilnya menjadi single. Edward Richarson, akhirnya divonis penjara seumur hidup.
  4. Kasus email Prita Mulyasari yang mengeluhkan pelayanan rumah sakit Omni Internasional, bergulir ke pengadilan dan ia didenda Rp204 juta yang menimbul-kan simpati publik dengan cara mengumpulkan koin. Kasus ini menjadi masalah nasional.
  5. Febriari Irianto (18) dituduh melarikan Marrieta Nova Triani (14) dan mencabuli gadis di bawah umur. Ari terancam pidana bui 9 tahun. Mereka berdua mulai ber-kenalan melalui situs jejaring sosial Facebook. Bahkan, Ari dalam informasi profil Facebook menulis telah menikah dengan Nova.
  6. Gara-gara Facebook,. Achmad Idris (16), siswa kelas 1 SMA di Gresik gant-ung diri di kandang kambing milik keluarganya. Menurut polisi, korban diduga kecewa berat karena dibelikan telepon genggam (HP) tidak sesuai dengan harapannya. Sebelum gantung diri, korban minta dibelikan HP kepada ibunya.  Namun, HP merek Nokia seharga Rp800 ribu itu ditolak karena tidak memiliki fitur jejaring sosial facebook. Dia meminta HP itu dikembali-kan, namun ibunya menolak. Ia nekad bunuh diri.
  7. Virona Berta (50), warga Bandar Lampung, melaporkan Muhammad Iqbal (27), warga Way Halim Bandar Lampung ke polisi karena menulis kata-kata kasar pada facebook. Pesan itu berisi kata-kata penghinaan sekaligus menyudutkan dirinya. sebanyak tiga kali melalui Facebook.
  8. Empat orang siswa SMU Negeri 4 Tanjungpinang dikeluarkan dari sekolah ka-rena mengancam dan menghina gurunya di facebook. Keempat siswa itu menulis: sebaiknya guru itu dibuang kelaut aja, dimutilasi saja. Mereka juga menghina gurunya sebagai perawan tua.
  9. Sylvia Russiana, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang dikabarkan hilang dibawa kabur oleh kenalannya di facebook, dikabarkan telah ditemukan di daerah Jambi, Jumat (12/2) 2010

.

  1. Seorang siswi SMK di Jakarta Timur, menghilang sejak Selasa 16 Februari 2010. Aecha Nazara (15), warga Jalan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, ini diduga menjadi korban temannya di jejaring sosial Facebook. Menurut Bernadus, ayah korban, putrinya tersebut beberapa hari belakangan aktif mengakses Facebook melalui handphone.  ABG ini akhirnya pulang ke rumah setelah menghilang tiga hari.
  2. Foto perselingkuhan Bupati Pekalongan dan wakil bupatinya disebar secara sengaja di Facebook. Entah siapa yang menyebar, foto tersebut cukup menarik perhatian pengguna Facebook. Akun yang menampilkan foto profil Bupati Pekalongan Qomariyah dan Wakil Bupati Pekalongan Ponco Nugroho sedang berpelukan dalam kondisi bertelanjang dada ini dilengkapi dengan tulisan “Kemesraan modal awal membangun komitmen bersama untuk menjadi Bupati dan Wakil… Berikut hobi menyalurkan birahi di hari Valentine”.

Lalu, Apa yang harus Dilakukan?

Internet memang bagaikan dua sisi mata uang dan pisau bermata dua. Ada sisi positif dan negatif. Kasus-kasus yang terjadi seperti, penghinaan, perselingkuhan, pencemaran nama baik, penipuan, pelecehan seksual, pornografi hingga penculikan dan bunuh diri.

Kasus-kasus ini, membuka mata kita agar menimalisir dampak negatif internet terhadap kehidupan kita, terutama anak-anak dan remaja. Inilah beberapa saran :

  1. Harus disadari bahwa internet memiliki dualisme, sisi baik dan buruk, negatif dan positif.
  2. Apa yang Anda tulis di internet dan jejaring sosial, akan menjadi ‘’milik publik’’ karena terekspos ke ranah publik.
  1. Waspadai narsisisme, yakni kepribadian jatuh cinta  dengan dirinya. Gejala nar-sis, selalu berusaha menarik perhatian orang lain, menganggap dirinya terbaik, serta selalu terobsesi dengan fantasi mengenai kesuksesan dan ketenaran.
  2. Jangan salahkan teknologi yang terus berkembang, penyedia jasa internet dan warnet. Kalau anak, remaja dan pelajar menyukai internet, sebagai orang tua dan guru, kita tidak boleh gaptek dan memahami kemajuan teknologi agar bisa memberikan pengarahan, mana yang baik dan mana yang buruk.
  3. Menulis informasi data-data, gambar-gambar pribadi secara berlebihan, akan mengundang kejahatan. Misalnya, jika Anda tiap hari menulis status dengan lugu dan polos, misalnya hari ini dimana dan kapan dan sedang ngapain, Anda sebenarnya mengundang suatu kejahatan pada diri Anda sendiri.
  4. Jika Anda tidak gaptek, dampingi putra-putri Anda mengakses internet, baik di ponsel, personal computer maupun di warnet. Anak Anda yang menghabiskan waktu berlama-lama di warnet patut diwaspadai.
  5. Kalau Anda sering login facebook dari warnet maka jangan lupa logout facebook anda jika telah selesai. Ini juga berlaku untuk login facebook dari komputer lainnya. Sebab, ini akan memudahkan orang lain yang iseng masuk ke acoount dan menulis hal-hal negatif di wall facebook Anda.
  6. Orangtua dan guru perlu belajar tentang internet dan facebook. Artinya, ikut berpartisipasi dalam kemajuan teknologi yang digandrungi anak dan remaja. Tidak perlu malu belajar. Tidak juga harus menjadi ahli komputer. Setidaknya, orang tua dan guru tahu hal-hal negatif, seperti memasang foto orang lain pada statusnya, memalsukan data pribadi untuk memikat pembaca, menjual produk berbahaya, pornografi dan sebagainya.
  7. Orang tua dan perlu memberi perhatian dan membentengi anak dari dampak negatif internet. Memberi pengarahan, pendidikan dan berdialog dengan mereka saat mengakses teknologi informasi .
  8. Internet tidak hanya berdampak negatif, tapi juga bermanfaat. Antara lain, ter-sedia informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengem-bangan pribadi, rohani, sosial. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi pro-fesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi. Selain informasinya cepat, internet tidak mengenal batas negara, ras dan ideologi yang tidak terikat ruang dan waktu. Mengakses internet harus bersiap menjadi anggota komunitas dunia.
  9. Sebaiknya orangtua dan guru yang mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Artinya, orangtua dan guru harus lebih dulu melek internet dan tidak gaptek. Jika anak terlalu canggih, sementara orangtua dan guru tidak tahu soal internet dan games, mereka akan memenuhi rasa ingin tahu dan akhirnya terjebak pada informasi dan gambar yang menyesatkan.
  10. Jika anak sudah kecanduan internet, gunakan software yang dirancang khusus untuk memproteksi. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan .  ****

Socrates: Deputy Chief Operating Officer Riau Pos Grup Divre Batam

Wakil Direktur Utama Batam Pos

(Disampaikan pada Diklat Informasi & Teknologi Guru SMPN 28 Batam, 20 Februari 2010)

Comments

Leave a Reply