Gerakan Hemat Batam (2)
Berita-berita perusahaan bangkrut, pemutusan hubungan kerja secara massal makin gencar di media massa hari-hari ini. Berbagai lembaga keuangan seperti bank, kepayahan terancam krisis global. Kepanikan tidak akan memberi jalan keluar. Marilah kita berhemat, sebelum keadaan bertambah buruk.
Sama seperti orang kebanyakan lainnya, awalnya saya tak begitu paham apa binatang krisis finansial ini. Kebetulan, dua tahun lalu saya coba-coba investasi di reksadana. Konon, bunganya lebih tinggi dari deposito. Setiap bulan, saya dikirimkan laporan keuangan dan saldonya. Namun, sejak krisis terjadi, jangankan bunga, malah uang yang saya tanamkan jauh merosot. Oh, begini rasanya kena krisis. Untunglah nilainya relatif kecil. Padahal, saya sudah berencana menambah jumlah investasinya.
Kembali ke soal hemat tadi, zaman sekarang kita makin konsumtif. Kita membeli apa yang kita inginkan, bukan apa yang kita butuhkan. Paman saya pernah mengajarkan: Kalau kamu butuh sesuatu, usahakan mendapatkannya. Tapi, kalau hanya ingin, sebaiknya ditunda dulu. Caranya, saya disuruh membuat daftar kebutuhan.
Nah, dari daftar itu, bisa diketahui, mana yang paling dibutuhkan. Kalau kita butuh punya rumah, mobi, motor, handphone terbaru, televisi LCD dan sebagainya, dengan membuat daftar ini, mungkin membeli barang yang tak perlu bisa ditunda. Yang jadi kebutuhan adalah rumah. Tapi, sering terjadi, begitu ada uang yang dibeli motor atau handphone dulu sehingga kapan uangnya cukup beli rumah. Satu hal yang menjadi catatan adalah: kita harus fokus.
Zaman sekarang, mungkin tidak semua anak-anak punya celengan. Sehingga dari uang receh yang dikumpulkan, lama-lama jadi banyak juga. Kita tentu ingat dengan pepatah lama. Sedikit demi sedikit , lama-lama menjadi bukit, sehari selembar benang, lama-lama menjadi kain. Malah, membawa anak kecil ke mesin ATM yang terekam dalam memorinya adalah, ada mesin yang bisa memberikan uang secara cuma-cuma!
Dulu, waktu saya kecil, saya permah melihat ibu saya mengambil segenggam beras dari panci yang mau dimasak. Ketika saya tanya, ibu saya bilang, selagi ada jangan dimakan, kalau tidak ada barulah dimakan. Saya tidak mengerti maksudnya. Ternyata, ibu saya berhemat dan menabung beras! Jadi, pada saar mau memasak, segenggam beras itulah yang ditabung dalam tempat khusus. Kalau terjadi krisis keuangan keluarga, ada tabungan beras untuk dimakan. Masihkah ibu-ibu punya kebiasaan ini sekarang? Tentu tidak kalau yang memasak adalah pembantu rumah tangga,
Saya membaca buku Financial Revolution karya Tung Desem Waringin yang pernah menaburkan uang Rp100 juta dari pesawat terbang itu. Ia mengajarkan, 20 persen dari penghasilan kita, harus diinvestasikan, lalu diinvestasikan lagi. Investasi yang paling mudah adalah menabung. Dalam pikiran saya, kalau gaji kita Rp1 juta, sebanyak Rp200 ribu harus ditabung. Setahun sudah Rp2,4 juta (tanpa bunga) dan 40 bulan Anda sudah bisa punya deposito di bank manapun.
Seorang teman berkata kepada saya. Ia mau meminjam uang ke bank, lalu uang pinjaman itu ditabung. Lho, kok bisa? Bukankah bunga kredit jauh lebih besar daripada bunga tabungan? ’’Saya tak pernah bisa menabung. Jadi, saya harus memaksa diri saya dengan cara seperti itu,’’ katanya. Ini hanya contoh kecil betapa kita memang tidak memenej finansial kita secara baik.
Sebagian pejabat kita juga tak lebih baik. Sebab, Batam seperti namanya, bisa diartikan Banyak TAMu sehingga perlu biaya ekstra menjamu tamu-tamu yang datang agar kita dianggap tuan rumah yang baik. Akibatnya, tak jarang banyak pengeluaran yang berada diluar pos anggaran yang menjadi kewenangannya. Maka, tidak heran kalau ada biaya-biaya tertentu yang di mark-up agar mulus saat diperiksa BPK, BPKP atau KPK!
Lalu, bagaimana caranya agar hidup hemat menjadi sebuah gerakan bersama? Kalau mau formal, kita minta Wali Kota yang mencetuskan gerakan ini. Hemat listrik, akan meringankan warga bayar rekening, dan membantu PLN yang kekurangan daya. Hemat air juga begitu sehingga bisa membantu warga yang belum tersambung air bersih.
Kalaupun tak bisa mewujudkan gerakan hemat secara menyeluruh di Batam, marilah kita berhemat untuk diri kita sendiri. Tulisan yang saya kutip dari danareksa.com ini mungkin bisa membantu.
Tips Menabung dengan Mudah
Anda mungkin menemukan kesulitan untuk mulai menabung, padahal Anda punya penghasilan yang menurut Andapun cukup dan Anda bahkan tidak mempunyai hutang dimanapun. Jadi dimana masalahnya ? Masalahnya adalah Anda terbiasa menghabiskan seluruh uang Anda setiap bulannya dan Anda tidak sanggup untuk merubah kebiasaan tersebut.
Berikut ini adalah tips-tips menabung dengan mudah , yang dapat membantu Anda untuk menyimpan uang dengan lebih baik.
- Pay your self first.
Seringkali kesulitan menabung bukan karena tidak adanya uang, tetapi lebih tepatnya karena tidak ada lagi sisa penghasilan yang bisa ditabung. Jadi mengapa harus menunggu ada sisa uang terlebih dahulu, toh selama ini dari penghasilan anda juga jarang ada sisanya. Karena itu rubahlah kebiasaan Anda dan mulailah dengan membayar tabungan Anda terlebih dahulu sebelum anda membayar kebutuhan hidup lainnya. Dengan demikian Anda tidak perlu khawatir lagi apakah diakhir bulan ini Anda masih punya uang atau tidak untuk ditabung - Jadikan tabungan sebagai pos pengeluaran.
Pada tiap bulannya sebelum Anda lakukan pembayaran untuk pengeluaran apapun maka bayarlah sejumlah tertentu untuk pengeluaran tabungan . Jadi masukkan pos tabungan ke dalam pos pengeluaran rutin tiap bulan. Anggaplah menabung sebagai pengeluaran rutin Anda sama dengan membayar cicilan hutang, atau biaya rumah tangga lainnya seperti tagihan listrik, PAM, makanan , transportasi dan lain-lain. - Jangan remehkan uang receh
Jangan pernah membayar dengan uang logam . Berbelanjalah hanya dengan uang kertas saja. Jika Anda dapat kembalian uang logam , masukanlah uang logam tersebut ke dalam celengan ( celengan ayam atau kaleng ). Jangan dibuka sebelum penuh, jika sudah penuh masukkanlah ke dalam rekening Anda di Bank. Besarnya uang logam yang harus masuk celengan dapat Anda tentukan sendiri misalnya uang logam senilai Rp 100 dan Rp 500 ,- atau hanya Rp 1000,- saja atau semuanya. - Naikkan setoran tabungan tiap kali penghasilan anda naik
Setiap kali Anda mendapat uang lebih seperti bonus tahunan, atau THR maka sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah tabungan Anda. Begitu juga jika gaji Anda naik maka naikkan juga jumlah setoran rutin tabungan anda. - Miliki rekening khusus tabungan
Kesulitan orang pada umumnya dalam mengelola keuangan sehari-hari disebabkan karena tidak adanya kejelasan antara pengeluaran untuk keluarga , mana pengeluaran untuk pribadi dan mana pengeluaran untuk investasi. Karena itu sebuah keluarga sebaiknya memiliki satu rekening khusus yang digunakan untuk membiayai pos-pos pengeluaran keluarga terpisah dari rekening pribadi. Sedangkan rekening khusus tabungan sebaiknya juga dibuat terpisah agar akumulasi dana yang terkumpul untuk tujuan keuangan yang ingin dicapai tidak terpakai untuk pengeluaran lain.
Comments
3 Responses to “Gerakan Hemat Batam (2)”
Leave a Reply



saya selama ini melakukan episiensi dan prioritaskan yang penting dalam keluarga.makasih atas apresiasinya bapak socrates.salam sukses selalu.
bang mau ngirim photo kemana? email abang apaan
bang mau ngirim photo kemana? boleh tahu email abang?