<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Empat Caleg di Satu Komplek</title>
	<atom:link href="http://thesocratesmedia.com/empat-caleg-di-satu-komplek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thesocratesmedia.com/empat-caleg-di-satu-komplek/</link>
	<description>The Journey of My Life</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Mar 2010 15:06:43 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: hogan</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/empat-caleg-di-satu-komplek/comment-page-1/#comment-126</link>
		<dc:creator>hogan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 20:42:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=231#comment-126</guid>
		<description>5 MUSUH RAKYAT :

1. penjajahan modal asing
2. pemerintahan boneka penjajah(pemerintahan seperti zaman soeharto sampai zaman SBY)
3. sisa orde baru (cth : golkar dan turunanny)
4. tentara (anjing penjaga modal,mreka antek birokrat,mereka dididik/didoktrin untuk mnjalankan perintah pemerintahan yg berkuasa dgn kata lain memusuhi rakyat,karena pemerintahan sekarang tdak ada yg berpihak pada rakyat)
5. reformis gadungan(para caleg,,para capres baik tingkat nasional dan daerah,,contoh,,prabowo,,amien rais,,surya paloh,,dsb)

5 KEKUATAN RAKYAT :

1.organisasi radikal revolusioer dan penyatuan perjuangan rakyat
2. keterlibatan langsung rakyat dalam demokrasi
3. pemerintahan rakyat miskin
4. Ilmu pengetahuan,teknologi,dan SDA berkelanjutan
5. manusia yang sehat,produktif,merdeka,melawan,dan bersolidaritas

buat masyarakat,,jangan pernah percaya pada parpol busuk,elit politik busuk,,mereka hanyalah semu,,PERCAYALAH!!!

JANGAN mencoblos,,lebih baik golput,,dan jalankan 5 kekuatan rakyat!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>5 MUSUH RAKYAT :</p>
<p>1. penjajahan modal asing<br />
2. pemerintahan boneka penjajah(pemerintahan seperti zaman soeharto sampai zaman SBY)<br />
3. sisa orde baru (cth : golkar dan turunanny)<br />
4. tentara (anjing penjaga modal,mreka antek birokrat,mereka dididik/didoktrin untuk mnjalankan perintah pemerintahan yg berkuasa dgn kata lain memusuhi rakyat,karena pemerintahan sekarang tdak ada yg berpihak pada rakyat)<br />
5. reformis gadungan(para caleg,,para capres baik tingkat nasional dan daerah,,contoh,,prabowo,,amien rais,,surya paloh,,dsb)</p>
<p>5 KEKUATAN RAKYAT :</p>
<p>1.organisasi radikal revolusioer dan penyatuan perjuangan rakyat<br />
2. keterlibatan langsung rakyat dalam demokrasi<br />
3. pemerintahan rakyat miskin<br />
4. Ilmu pengetahuan,teknologi,dan SDA berkelanjutan<br />
5. manusia yang sehat,produktif,merdeka,melawan,dan bersolidaritas</p>
<p>buat masyarakat,,jangan pernah percaya pada parpol busuk,elit politik busuk,,mereka hanyalah semu,,PERCAYALAH!!!</p>
<p>JANGAN mencoblos,,lebih baik golput,,dan jalankan 5 kekuatan rakyat!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: love</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/empat-caleg-di-satu-komplek/comment-page-1/#comment-125</link>
		<dc:creator>love</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 08:38:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=231#comment-125</guid>
		<description>bapak socrates,demokrasi kita sekarang hanya utk mementingkan diri sendiri,yang kaya makin kaya saja,kepentingan masyarakat kecil tidak ada,di perhatikan.makasih utk artikelnya,salam sukses.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bapak socrates,demokrasi kita sekarang hanya utk mementingkan diri sendiri,yang kaya makin kaya saja,kepentingan masyarakat kecil tidak ada,di perhatikan.makasih utk artikelnya,salam sukses.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mar2</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/empat-caleg-di-satu-komplek/comment-page-1/#comment-121</link>
		<dc:creator>Mar2</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 14:14:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=231#comment-121</guid>
		<description>Salam,
Pertama-tama sy ucapkan terimakasih bisa masuk ke ‘Site’ anda, karena sy cukup mengenal anda dari tulisan2 &amp; berita2 anda di kota Batam.
Sy adalah warga batam biasa yg sesungguhnya sangat banyak tahu (hm…atau “sok tahu”) ttg apa yg terjadi di kota tercinta kita Batam ini.

Sy sangat setuju dgn ulasan anda ttg sikap apatis dan cuek warga dgn para caleg yg bermunculan…. apalagi anda memisalkan bak seorang autis yg asyik sendiri memikirkan diri sendiri padahal notabene ia menamakan wakil rakyat… sy sngat merasa geli dan tergelitik memikirkan permisalan anda “autis” tsb, tapi lama kelamaan sy menangkap permisalan tsb dan… nyatanya memang demikian adanya… walau mungkin tidak semua demikian, tapi mungkin hampir semuanya ya….??!!

Sy salut dgn adanya para caleg di lingkungan perumahan anda, yg bila dilihat dr jumlah rumah, termasuk perumahan yg cukup kecil (4 caleg dari 62rumah huni). Tp menunjukkan bhw perumahan itu dihuni oleh org-org intelektual dan kaya (krn utk jadi caleg perlu dana cukup besar (utk ukuran masyarakat biasa)).

Kembali ke masalah para caleg yg membuat para warga menjadi ‘autis’, kebetulan sy pribadi mengenal/tahu betul dgn salah seorang dari ke-4 caleg yg sdh anda sebutkan.

Dia adalah seorang dr wanita eeh…. perempuan, yg sepintas lalu layaknya seperti seorang aktivis diberbagai bidang yg juga seorang pebisnis handal, yg kelak akan menjadi seorang legislatip yg pantas dan handal….
Nah….. sekarang anda sy ajak utk berfikir dan sedikit menghitung-hitung, ….maaf, mdh2an anda bisa meluangkan waktu terus membaca tulisan sy ini, krn sy tahu anda org sibuk…. tapi, sy percaya akan peribahasa ‘hanya org sibuk yg memiliki waktu, krn hanya org sibuklah yg pandai memanage waktu’. Betul khan?
Skrang, dkter perempuan itu, kita sebut saja dr.V. Adalah dr umum, tidak spesialis dan bukan dokter kecantikan yg seperti anda istilahkan. Karena bila kualifikasi dokter kecantikan haruslah ia melalui jenjang spesialisasi kedokteran yg memungkinkan, seperti: spesialis kulit.
dr.V melakukan kegiatan bidang kecantikan hanya berlaku sebagai referal dari beberapa produk skin-care dari batam, jakarta dan bandung, dengan modal mengikuti simposium komersial dari produk referal tsb. Siapapun bisa selain seorang dokter.
Melihat dari finansial dr.V sampai bisa mempunyai rumah megah, banyak mobil dan so pasti… akses dan uang untuk ke jenjang caleg…. dari mana ya?
1)
dari hasil praktek kedokterannya?
dr.V tidak memiliki2 tempat praktek mandiri yg ramai pasiennya, dr.V hanya berpraktek dgn berbagi-hasil di salah satu apotik di nagoya.
jawabnya: tidak mungkin!
2)
Klinik kesehatan?
jawabnya: meragukan! krn kliniknya baru dgn angka kunjungan sedikit
3)
dari gaji wajib Depkes, tunjangan dan bonus2 ?
jawabnya: Tak mungkin!
4)
dari back-up suami atau keluarga?
jawabnya: Imposible, justru dia tulang punggung keluarga dan rumah tangganya (krn suaminya hanya karyawan sebuah pers.asuransi)
5)
dari bussines (yg tampak)?
- klinik skin-care baloi? jawabnya: sangat tidak mungkin, malah ini bisnis ‘besar pasak drpd tiang’. Investasi tempat, alat2, bahan2, obat. tidak sesuai dgn kunjungan custemer. Mnurut hitungan saya entah kapan break event-nya…
6)
- bussines lainnya? yang tampak, tak ada yg berarti. Jawabnya: tidak mungkin juga.

Jadi, dari mana gerangan?

Inilah persoalannya yg memungkinkan bisa menjawab! dengan asumsi secara proporsional seorang caleg, dgn latar belakang kepribadian &amp; cara yg tidak terpuji dan kotor.

Inilah ceritanya sang caleg dr.V (yg lebih parah lagi partai yg diusung berbasis Agama Islam… yg konon menjunjung tinggi ahlak tinggi!)

=)
Selama 4 thn, ia telah menyalahgunakan kewenangan dokter untuk kepentingan pribadi/uang.
Dengan menyalurkan/memberikan obat tidak pada semestinya. Salah satunya adalah Subutex*)
Sejak negara tetangga Singapore dan Malaysia melarang penggunaan obat jenis ini, harga pasaran disini melambung. Harga pasaran mulai dari Rp.100rb - 175rb Untuk konsumen junkies lokal cukup terjangkau, begitu juga untuk demand negara tetangga.
Bisa anda bayangkan, selama itu bisa memasarkan dengan harga itu, sedangkan harga loconya sekitar 20-30 ribuan saja! Dalam seminggu bisa melepas sampai 2.000an butir mungkin lebih!!!
Bisa anda bayangkan benefit yg diperoleh? Tentu saja dia masih harus berbagi dengan kawan clan lainnya, pemilik modal, aparat2 terkait, LSM, ormas &amp; back-up.
Ttg back-up/backing ada baiknya juga sy ceritakan: seorang polisi lulusan akpol (inisial Berlnd) saat itu berpangkat strip-tiga (mungkin skarang sudah bunga-satu)yg konon antara dr.V dgn Berlnd terjadi cinlok alias cinta-lokasi (hahahaaaa…. sperti artis saja ya….) yg mana mrk sering ke jkrta, bndung, s’pore dll berduaan…. sampe-sampe katanya sich ini berdampak pada rumah tangga masing2, dan entah bgmn ahir episoda cintanya ini….
Sesungguhnya bisnisnya ini tidak secantik dan semulus yg nampak, 2 thn lalu pernah terjadi kributan sampai tindak kekerasan pemukulan dr para tukang pukul dr.V pada seseorang yg hampir bisa mencuat, tapi, saat itu muncul disebut dr.v terlibat di berita tv lokal, tapi tidak berlanjut… karena ceritanya keributan itu hanya masalah sepeda motor pembantu….. hmmmm, klise!

Yaaaah….. sementara ini yg bisa sy ceritakan, sebetulnya masih ada beberapa item yg bisa disampaikan, tapi inipun sdh sngat melelahkan….

Sy menulis ini sesungguhnya tidak memberi suatu advantage sedikitpun bg sy, hanya sekedar simply–chat yg entah ada gunanya atau tak ada gunanya. Minimal bisa memberi manfaat tentang opini tentang warga kota &amp; bahkan bangsa ini selalu saja dipenuhi hal-hal yg sumbang semacam ini.
oh ya….. sesungguhnya sy secara pribadi mengapa begitu energize menceritakan dr.V ini memang pernah merasa sedikit kecewa. Bermula, Sy adalah seorang pasien yg menjalani rehabilitasi adiksi dengan menggunakan Subutex, rekomendasi sy sbg pasien lengkap serta rujukannya, yg ber-sungguh2 ingin sembuh. Pada awalnya progres saya baik, tapi setelah dr.V tergoda jalan ilegal itu, sy dan bbrp rekan2 lain yg sungguh2 mulai tidak ter-care dengan benar, pemberian obat diwakilkan ke karyawannya malah kadang barang untuk kami kosong, terpaksa sy harus beli ke pengedar yg tentu lebih mahal,padahan sy tahu untuk ke para pengedar dan untuk ke para courier s’pore &amp; malay tak pernah berhenti.
Tapi sy bersyukur, sy bisa cukup berhasil menyelesaikan rehab tsb, sehingga sy menginginkan pola hidup seperti orang lain pada umumnya….. kadang-kadang sih masih suka mengulangi, karena sejujurnya utk meghentikan scra total masih sanagat sulit. itupun sekali-kali dengan barang yg tidak mengakibatkan sakaw &amp; adict permanen.

Demikian tulisan saya.
Terima kasih

Mar2.

________________________________________

*)Subutex adalah merek dagang yg sah yg hanya dipergunakan untuk rehabilitasi para addicsi/kecanduan akut narkotika, yg diberikan secara disiplin (seharusnya) kpd seorang pasien yg telah direkomendasi dokter atau BNN (Badan Narkotika) maksimal 1 butir perhari diminum di muka pemberinya/dr, sampai kurun waktu tertentu (bisa berbulan-bulan tergantung case) sampai pasian ada kemajuan hingga tuntas non-adict.
Sesuai perkembangannya, obat atau ‘barang’ ini oleh para junkies/pecandu justru dipergunakan bukan untuk berobat non-adict, tapi dengan meramu dgn barang/bahan lainnya dengan perbandingan tertentu bisa jadi barang yg sama efeknya/in trance dgn ‘barang’ lainnya, seperti putaw dan shabu. Malah Subutex ini ‘barang’ yg aman, malah dalam keadaan in-trance pun, efek ini tidak terdeteksi dengan test-urine.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />
Pertama-tama sy ucapkan terimakasih bisa masuk ke ‘Site’ anda, karena sy cukup mengenal anda dari tulisan2 &amp; berita2 anda di kota Batam.<br />
Sy adalah warga batam biasa yg sesungguhnya sangat banyak tahu (hm…atau “sok tahu”) ttg apa yg terjadi di kota tercinta kita Batam ini.</p>
<p>Sy sangat setuju dgn ulasan anda ttg sikap apatis dan cuek warga dgn para caleg yg bermunculan…. apalagi anda memisalkan bak seorang autis yg asyik sendiri memikirkan diri sendiri padahal notabene ia menamakan wakil rakyat… sy sngat merasa geli dan tergelitik memikirkan permisalan anda “autis” tsb, tapi lama kelamaan sy menangkap permisalan tsb dan… nyatanya memang demikian adanya… walau mungkin tidak semua demikian, tapi mungkin hampir semuanya ya….??!!</p>
<p>Sy salut dgn adanya para caleg di lingkungan perumahan anda, yg bila dilihat dr jumlah rumah, termasuk perumahan yg cukup kecil (4 caleg dari 62rumah huni). Tp menunjukkan bhw perumahan itu dihuni oleh org-org intelektual dan kaya (krn utk jadi caleg perlu dana cukup besar (utk ukuran masyarakat biasa)).</p>
<p>Kembali ke masalah para caleg yg membuat para warga menjadi ‘autis’, kebetulan sy pribadi mengenal/tahu betul dgn salah seorang dari ke-4 caleg yg sdh anda sebutkan.</p>
<p>Dia adalah seorang dr wanita eeh…. perempuan, yg sepintas lalu layaknya seperti seorang aktivis diberbagai bidang yg juga seorang pebisnis handal, yg kelak akan menjadi seorang legislatip yg pantas dan handal….<br />
Nah….. sekarang anda sy ajak utk berfikir dan sedikit menghitung-hitung, ….maaf, mdh2an anda bisa meluangkan waktu terus membaca tulisan sy ini, krn sy tahu anda org sibuk…. tapi, sy percaya akan peribahasa ‘hanya org sibuk yg memiliki waktu, krn hanya org sibuklah yg pandai memanage waktu’. Betul khan?<br />
Skrang, dkter perempuan itu, kita sebut saja dr.V. Adalah dr umum, tidak spesialis dan bukan dokter kecantikan yg seperti anda istilahkan. Karena bila kualifikasi dokter kecantikan haruslah ia melalui jenjang spesialisasi kedokteran yg memungkinkan, seperti: spesialis kulit.<br />
dr.V melakukan kegiatan bidang kecantikan hanya berlaku sebagai referal dari beberapa produk skin-care dari batam, jakarta dan bandung, dengan modal mengikuti simposium komersial dari produk referal tsb. Siapapun bisa selain seorang dokter.<br />
Melihat dari finansial dr.V sampai bisa mempunyai rumah megah, banyak mobil dan so pasti… akses dan uang untuk ke jenjang caleg…. dari mana ya?<br />
1)<br />
dari hasil praktek kedokterannya?<br />
dr.V tidak memiliki2 tempat praktek mandiri yg ramai pasiennya, dr.V hanya berpraktek dgn berbagi-hasil di salah satu apotik di nagoya.<br />
jawabnya: tidak mungkin!<br />
2)<br />
Klinik kesehatan?<br />
jawabnya: meragukan! krn kliniknya baru dgn angka kunjungan sedikit<br />
3)<br />
dari gaji wajib Depkes, tunjangan dan bonus2 ?<br />
jawabnya: Tak mungkin!<br />
4)<br />
dari back-up suami atau keluarga?<br />
jawabnya: Imposible, justru dia tulang punggung keluarga dan rumah tangganya (krn suaminya hanya karyawan sebuah pers.asuransi)<br />
5)<br />
dari bussines (yg tampak)?<br />
- klinik skin-care baloi? jawabnya: sangat tidak mungkin, malah ini bisnis ‘besar pasak drpd tiang’. Investasi tempat, alat2, bahan2, obat. tidak sesuai dgn kunjungan custemer. Mnurut hitungan saya entah kapan break event-nya…<br />
6)<br />
- bussines lainnya? yang tampak, tak ada yg berarti. Jawabnya: tidak mungkin juga.</p>
<p>Jadi, dari mana gerangan?</p>
<p>Inilah persoalannya yg memungkinkan bisa menjawab! dengan asumsi secara proporsional seorang caleg, dgn latar belakang kepribadian &amp; cara yg tidak terpuji dan kotor.</p>
<p>Inilah ceritanya sang caleg dr.V (yg lebih parah lagi partai yg diusung berbasis Agama Islam… yg konon menjunjung tinggi ahlak tinggi!)</p>
<p>=)<br />
Selama 4 thn, ia telah menyalahgunakan kewenangan dokter untuk kepentingan pribadi/uang.<br />
Dengan menyalurkan/memberikan obat tidak pada semestinya. Salah satunya adalah Subutex*)<br />
Sejak negara tetangga Singapore dan Malaysia melarang penggunaan obat jenis ini, harga pasaran disini melambung. Harga pasaran mulai dari Rp.100rb &#8211; 175rb Untuk konsumen junkies lokal cukup terjangkau, begitu juga untuk demand negara tetangga.<br />
Bisa anda bayangkan, selama itu bisa memasarkan dengan harga itu, sedangkan harga loconya sekitar 20-30 ribuan saja! Dalam seminggu bisa melepas sampai 2.000an butir mungkin lebih!!!<br />
Bisa anda bayangkan benefit yg diperoleh? Tentu saja dia masih harus berbagi dengan kawan clan lainnya, pemilik modal, aparat2 terkait, LSM, ormas &amp; back-up.<br />
Ttg back-up/backing ada baiknya juga sy ceritakan: seorang polisi lulusan akpol (inisial Berlnd) saat itu berpangkat strip-tiga (mungkin skarang sudah bunga-satu)yg konon antara dr.V dgn Berlnd terjadi cinlok alias cinta-lokasi (hahahaaaa…. sperti artis saja ya….) yg mana mrk sering ke jkrta, bndung, s’pore dll berduaan…. sampe-sampe katanya sich ini berdampak pada rumah tangga masing2, dan entah bgmn ahir episoda cintanya ini….<br />
Sesungguhnya bisnisnya ini tidak secantik dan semulus yg nampak, 2 thn lalu pernah terjadi kributan sampai tindak kekerasan pemukulan dr para tukang pukul dr.V pada seseorang yg hampir bisa mencuat, tapi, saat itu muncul disebut dr.v terlibat di berita tv lokal, tapi tidak berlanjut… karena ceritanya keributan itu hanya masalah sepeda motor pembantu….. hmmmm, klise!</p>
<p>Yaaaah….. sementara ini yg bisa sy ceritakan, sebetulnya masih ada beberapa item yg bisa disampaikan, tapi inipun sdh sngat melelahkan….</p>
<p>Sy menulis ini sesungguhnya tidak memberi suatu advantage sedikitpun bg sy, hanya sekedar simply–chat yg entah ada gunanya atau tak ada gunanya. Minimal bisa memberi manfaat tentang opini tentang warga kota &amp; bahkan bangsa ini selalu saja dipenuhi hal-hal yg sumbang semacam ini.<br />
oh ya….. sesungguhnya sy secara pribadi mengapa begitu energize menceritakan dr.V ini memang pernah merasa sedikit kecewa. Bermula, Sy adalah seorang pasien yg menjalani rehabilitasi adiksi dengan menggunakan Subutex, rekomendasi sy sbg pasien lengkap serta rujukannya, yg ber-sungguh2 ingin sembuh. Pada awalnya progres saya baik, tapi setelah dr.V tergoda jalan ilegal itu, sy dan bbrp rekan2 lain yg sungguh2 mulai tidak ter-care dengan benar, pemberian obat diwakilkan ke karyawannya malah kadang barang untuk kami kosong, terpaksa sy harus beli ke pengedar yg tentu lebih mahal,padahan sy tahu untuk ke para pengedar dan untuk ke para courier s’pore &amp; malay tak pernah berhenti.<br />
Tapi sy bersyukur, sy bisa cukup berhasil menyelesaikan rehab tsb, sehingga sy menginginkan pola hidup seperti orang lain pada umumnya….. kadang-kadang sih masih suka mengulangi, karena sejujurnya utk meghentikan scra total masih sanagat sulit. itupun sekali-kali dengan barang yg tidak mengakibatkan sakaw &amp; adict permanen.</p>
<p>Demikian tulisan saya.<br />
Terima kasih</p>
<p>Mar2.</p>
<p>________________________________________</p>
<p>*)Subutex adalah merek dagang yg sah yg hanya dipergunakan untuk rehabilitasi para addicsi/kecanduan akut narkotika, yg diberikan secara disiplin (seharusnya) kpd seorang pasien yg telah direkomendasi dokter atau BNN (Badan Narkotika) maksimal 1 butir perhari diminum di muka pemberinya/dr, sampai kurun waktu tertentu (bisa berbulan-bulan tergantung case) sampai pasian ada kemajuan hingga tuntas non-adict.<br />
Sesuai perkembangannya, obat atau ‘barang’ ini oleh para junkies/pecandu justru dipergunakan bukan untuk berobat non-adict, tapi dengan meramu dgn barang/bahan lainnya dengan perbandingan tertentu bisa jadi barang yg sama efeknya/in trance dgn ‘barang’ lainnya, seperti putaw dan shabu. Malah Subutex ini ‘barang’ yg aman, malah dalam keadaan in-trance pun, efek ini tidak terdeteksi dengan test-urine.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mar2</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/empat-caleg-di-satu-komplek/comment-page-1/#comment-120</link>
		<dc:creator>Mar2</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 14:08:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=231#comment-120</guid>
		<description>Salam,
Pertama-tama sy ucapkan terimakasih bisa masuk ke &#039;Site&#039; anda, karena sy cukup mengenal anda dari tulisan2 &amp; berita2 anda di kota Batam.
Sy adalah warga batam biasa yg sesungguhnya sangat banyak tahu (hm...atau &quot;sok tahu&quot;) ttg apa yg terjadi di kota tercinta kita Batam ini.

Sy sangat setuju dgn ulasan anda ttg sikap apatis dan cuek warga dgn para caleg yg bermunculan.... apalagi anda memisalkan bak seorang autis yg asyik sendiri memikirkan diri sendiri padahal notabene ia menamakan wakil rakyat... sy sngat merasa geli dan tergelitik memikirkan permisalan anda &quot;autis&quot; tsb, tapi lama kelamaan sy menangkap permisalan tsb dan... nyatanya memang demikian adanya... walau mungkin tidak semua demikian, tapi mungkin hampir semuanya ya....??!!

Sy salut dgn adanya para caleg di lingkungan perumahan anda, yg bila dilihat dr jumlah rumah, termasuk perumahan yg cukup kecil (4 caleg dari 62rumah huni). Tp menunjukkan bhw perumahan itu dihuni oleh org-org intelektual dan kaya (krn utk jadi caleg perlu dana cukup besar (utk ukuran masyarakat biasa)).

Kembali ke masalah para caleg yg membuat para warga menjadi &#039;autis&#039;, kebetulan sy pribadi mengenal/tahu betul dgn salah seorang dari ke-4 caleg yg sdh anda sebutkan.

Dia adalah seorang dr wanita eeh.... perempuan, yg sepintas lalu layaknya seperti seorang aktivis diberbagai bidang yg juga seorang pebisnis handal, yg kelak akan menjadi seorang legislatip yg pantas dan handal....
Nah..... sekarang anda sy ajak utk berfikir dan sedikit menghitung-hitung, ....maaf, mdh2an anda bisa meluangkan waktu terus membaca tulisan sy ini, krn sy tahu anda org sibuk.... tapi, sy percaya akan peribahasa &#039;hanya org sibuk yg memiliki waktu, krn hanya org sibuklah yg pandai memanage waktu&#039;. Betul khan?
Skrang, dkter perempuan itu, kita sebut saja dr.V. Adalah dr umum, tidak spesialis dan bukan dokter kecantikan yg seperti anda istilahkan. Karena bila kualifikasi dokter kecantikan haruslah ia melalui jenjang spesialisasi kedokteran yg memungkinkan, seperti: spesialis kulit. 
dr.V melakukan kegiatan bidang kecantikan hanya berlaku sebagai referal dari beberapa produk skin-care dari batam, jakarta dan bandung, dengan modal mengikuti simposium komersial dari produk referal tsb. Siapapun bisa selain seorang dokter.
Melihat dari finansial dr.V sampai bisa mempunyai rumah megah, banyak mobil dan so pasti... akses dan uang untuk ke jenjang caleg.... dari mana ya?
1)
dari hasil praktek kedokterannya?
dr.V tidak memiliki2 tempat praktek mandiri yg ramai pasiennya, dr.V hanya berpraktek dgn berbagi-hasil di salah satu apotik di nagoya.
jawabnya: tidak mungkin! 
2)
Klinik kesehatan?
jawabnya: meragukan! krn kliniknya baru dgn angka kunjungan sedikit
3)
dari gaji wajib Depkes, tunjangan dan bonus2 ?
jawabnya: Tak mungkin!
4)
dari back-up suami atau keluarga?
jawabnya: Imposible, justru dia tulang punggung keluarga dan rumah tangganya (krn suaminya hanya karyawan sebuah pers.asuransi)
5)
dari bussines (yg tampak)?
- klinik skin-care baloi? jawabnya: sangat tidak mungkin, malah ini bisnis &#039;besar pasak drpd tiang&#039;. Investasi tempat, alat2, bahan2, obat. tidak sesuai dgn kunjungan custemer. Mnurut hitungan saya entah kapan break event-nya...
6) 
- bussines lainnya? yang tampak, tak ada yg berarti. Jawabnya: tidak mungkin juga.
 
Jadi, dari mana gerangan?

Inilah persoalannya yg memungkinkan bisa menjawab! dengan asumsi secara proporsional seorang caleg, dgn latar belakang kepribadian &amp; cara yg tidak terpuji dan kotor.

Inilah ceritanya sang caleg dr.V (yg lebih parah lagi partai yg diusung berbasis Agama Islam... yg konon menjunjung tinggi ahlak tinggi!)

=)
Selama 4 thn, ia telah menyalahgunakan kewenangan dokter untuk kepentingan pribadi/uang.
Dengan menyalurkan/memberikan obat tidak pada semestinya. Salah satunya adalah Subutex*)
Sejak negara tetangga Singapore dan Malaysia melarang penggunaan obat jenis ini, harga pasaran disini melambung. Harga pasaran mulai dari Rp.100rb - 175rb Untuk konsumen junkies lokal cukup terjangkau, begitu juga untuk demand negara tetangga. 
Bisa anda bayangkan, selama itu bisa memasarkan dengan harga itu, sedangkan harga loconya sekitar 20-30 ribuan saja! Dalam seminggu bisa melepas sampai 2.000an butir mungkin lebih!!!
Bisa anda bayangkan benefit yg diperoleh? Tentu saja dia masih harus berbagi dengan kawan clan lainnya, pemilik modal, aparat2 terkait, LSM,  ormas &amp; back-up. 
Ttg back-up/backing ada baiknya juga sy ceritakan: seorang polisi lulusan akpol (inisial Berlnd) saat itu berpangkat strip-tiga (mungkin skarang sudah bunga-satu)yg konon antara dr.V dgn Berlnd terjadi cinlok alias cinta-lokasi (hahahaaaa.... sperti artis saja ya....) yg mana mrk sering ke jkrta, bndung, s&#039;pore dll berduaan.... sampe-sampe katanya sich ini berdampak pada rumah tangga masing2, dan entah bgmn ahir episoda cintanya ini.... 
Sesungguhnya bisnisnya ini tidak secantik dan semulus yg nampak, 2 thn lalu pernah terjadi kributan sampai tindak kekerasan pemukulan dr para tukang pukul dr.V pada seseorang yg hampir bisa mencuat, tapi, saat itu muncul disebut dr.v terlibat di berita tv lokal, tapi tidak berlanjut... karena ceritanya keributan itu hanya masalah sepeda motor pembantu..... hmmmm, klise!

Yaaaah..... sementara ini yg bisa sy ceritakan, sebetulnya masih ada beberapa item yg bisa disampaikan, tapi inipun sdh sngat melelahkan....

Sy menulis ini sesungguhnya tidak memberi suatu advantage sedikitpun bg sy, hanya sekedar simply--chat yg entah ada gunanya atau tak ada gunanya. Minimal bisa memberi manfaat tentang opini tentang warga kota &amp; bahkan bangsa ini selalu saja dipenuhi hal-hal yg sumbang semacam ini.
oh ya..... sesungguhnya sy secara pribadi mengapa begitu energize menceritakan dr.V ini memang pernah merasa sedikit kecewa. Bermula, Sy adalah seorang pasien yg menjalani rehabilitasi adiksi dengan menggunakan Subutex, rekomendasi sy sbg pasien lengkap serta rujukannya, yg ber-sungguh2 ingin sembuh. Pada awalnya progres saya baik, tapi setelah dr.V tergoda jalan ilegal itu, sy dan bbrp rekan2 lain yg sungguh2 mulai tidak ter-care dengan benar, pemberian obat diwakilkan ke karyawannya malah kadang barang untuk kami kosong, terpaksa sy harus beli ke pengedar yg tentu lebih mahal,padahan sy tahu untuk ke para pengedar dan untuk ke para courier s&#039;pore &amp; malay tak pernah berhenti.
Tapi sy bersyukur, sy bisa cukup berhasil menyelesaikan rehab tsb, sehingga sy menginginkan pola hidup seperti orang lain pada umumnya..... kadang-kadang sih masih suka mengulangi, karena sejujurnya utk meghentikan scra total masih sanagat sulit. itupun sekali-kali dengan barang yg tidak mengakibatkan sakaw &amp; adict permanen.


Demikian tulisan saya. 
Terima kasih

Mar2.




________________________________________

*)Subutex adalah merek dagang yg sah yg hanya dipergunakan untuk rehabilitasi para addicsi/kecanduan akut narkotika, yg diberikan secara disiplin (seharusnya) kpd seorang pasien yg telah direkomendasi dokter atau BNN (Badan Narkotika) maksimal 1 butir perhari diminum di muka pemberinya/dr, sampai kurun waktu tertentu (bisa berbulan-bulan tergantung case) sampai pasian ada kemajuan hingga tuntas non-adict.
Sesuai perkembangannya, obat atau &#039;barang&#039; ini oleh para junkies/pecandu justru dipergunakan bukan untuk berobat non-adict, tapi dengan meramu dgn barang/bahan lainnya dengan perbandingan tertentu bisa jadi barang yg sama efeknya/in trance dgn &#039;barang&#039; lainnya, seperti putaw dan shabu. Malah Subutex ini &#039;barang&#039; yg aman, malah dalam keadaan in-trance pun, efek ini tidak terdeteksi dengan test-urine.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />
Pertama-tama sy ucapkan terimakasih bisa masuk ke &#8216;Site&#8217; anda, karena sy cukup mengenal anda dari tulisan2 &amp; berita2 anda di kota Batam.<br />
Sy adalah warga batam biasa yg sesungguhnya sangat banyak tahu (hm&#8230;atau &#8220;sok tahu&#8221;) ttg apa yg terjadi di kota tercinta kita Batam ini.</p>
<p>Sy sangat setuju dgn ulasan anda ttg sikap apatis dan cuek warga dgn para caleg yg bermunculan&#8230;. apalagi anda memisalkan bak seorang autis yg asyik sendiri memikirkan diri sendiri padahal notabene ia menamakan wakil rakyat&#8230; sy sngat merasa geli dan tergelitik memikirkan permisalan anda &#8220;autis&#8221; tsb, tapi lama kelamaan sy menangkap permisalan tsb dan&#8230; nyatanya memang demikian adanya&#8230; walau mungkin tidak semua demikian, tapi mungkin hampir semuanya ya&#8230;.??!!</p>
<p>Sy salut dgn adanya para caleg di lingkungan perumahan anda, yg bila dilihat dr jumlah rumah, termasuk perumahan yg cukup kecil (4 caleg dari 62rumah huni). Tp menunjukkan bhw perumahan itu dihuni oleh org-org intelektual dan kaya (krn utk jadi caleg perlu dana cukup besar (utk ukuran masyarakat biasa)).</p>
<p>Kembali ke masalah para caleg yg membuat para warga menjadi &#8216;autis&#8217;, kebetulan sy pribadi mengenal/tahu betul dgn salah seorang dari ke-4 caleg yg sdh anda sebutkan.</p>
<p>Dia adalah seorang dr wanita eeh&#8230;. perempuan, yg sepintas lalu layaknya seperti seorang aktivis diberbagai bidang yg juga seorang pebisnis handal, yg kelak akan menjadi seorang legislatip yg pantas dan handal&#8230;.<br />
Nah&#8230;.. sekarang anda sy ajak utk berfikir dan sedikit menghitung-hitung, &#8230;.maaf, mdh2an anda bisa meluangkan waktu terus membaca tulisan sy ini, krn sy tahu anda org sibuk&#8230;. tapi, sy percaya akan peribahasa &#8216;hanya org sibuk yg memiliki waktu, krn hanya org sibuklah yg pandai memanage waktu&#8217;. Betul khan?<br />
Skrang, dkter perempuan itu, kita sebut saja dr.V. Adalah dr umum, tidak spesialis dan bukan dokter kecantikan yg seperti anda istilahkan. Karena bila kualifikasi dokter kecantikan haruslah ia melalui jenjang spesialisasi kedokteran yg memungkinkan, seperti: spesialis kulit.<br />
dr.V melakukan kegiatan bidang kecantikan hanya berlaku sebagai referal dari beberapa produk skin-care dari batam, jakarta dan bandung, dengan modal mengikuti simposium komersial dari produk referal tsb. Siapapun bisa selain seorang dokter.<br />
Melihat dari finansial dr.V sampai bisa mempunyai rumah megah, banyak mobil dan so pasti&#8230; akses dan uang untuk ke jenjang caleg&#8230;. dari mana ya?<br />
1)<br />
dari hasil praktek kedokterannya?<br />
dr.V tidak memiliki2 tempat praktek mandiri yg ramai pasiennya, dr.V hanya berpraktek dgn berbagi-hasil di salah satu apotik di nagoya.<br />
jawabnya: tidak mungkin!<br />
2)<br />
Klinik kesehatan?<br />
jawabnya: meragukan! krn kliniknya baru dgn angka kunjungan sedikit<br />
3)<br />
dari gaji wajib Depkes, tunjangan dan bonus2 ?<br />
jawabnya: Tak mungkin!<br />
4)<br />
dari back-up suami atau keluarga?<br />
jawabnya: Imposible, justru dia tulang punggung keluarga dan rumah tangganya (krn suaminya hanya karyawan sebuah pers.asuransi)<br />
5)<br />
dari bussines (yg tampak)?<br />
- klinik skin-care baloi? jawabnya: sangat tidak mungkin, malah ini bisnis &#8216;besar pasak drpd tiang&#8217;. Investasi tempat, alat2, bahan2, obat. tidak sesuai dgn kunjungan custemer. Mnurut hitungan saya entah kapan break event-nya&#8230;<br />
6)<br />
- bussines lainnya? yang tampak, tak ada yg berarti. Jawabnya: tidak mungkin juga.</p>
<p>Jadi, dari mana gerangan?</p>
<p>Inilah persoalannya yg memungkinkan bisa menjawab! dengan asumsi secara proporsional seorang caleg, dgn latar belakang kepribadian &amp; cara yg tidak terpuji dan kotor.</p>
<p>Inilah ceritanya sang caleg dr.V (yg lebih parah lagi partai yg diusung berbasis Agama Islam&#8230; yg konon menjunjung tinggi ahlak tinggi!)</p>
<p>=)<br />
Selama 4 thn, ia telah menyalahgunakan kewenangan dokter untuk kepentingan pribadi/uang.<br />
Dengan menyalurkan/memberikan obat tidak pada semestinya. Salah satunya adalah Subutex*)<br />
Sejak negara tetangga Singapore dan Malaysia melarang penggunaan obat jenis ini, harga pasaran disini melambung. Harga pasaran mulai dari Rp.100rb &#8211; 175rb Untuk konsumen junkies lokal cukup terjangkau, begitu juga untuk demand negara tetangga.<br />
Bisa anda bayangkan, selama itu bisa memasarkan dengan harga itu, sedangkan harga loconya sekitar 20-30 ribuan saja! Dalam seminggu bisa melepas sampai 2.000an butir mungkin lebih!!!<br />
Bisa anda bayangkan benefit yg diperoleh? Tentu saja dia masih harus berbagi dengan kawan clan lainnya, pemilik modal, aparat2 terkait, LSM,  ormas &amp; back-up.<br />
Ttg back-up/backing ada baiknya juga sy ceritakan: seorang polisi lulusan akpol (inisial Berlnd) saat itu berpangkat strip-tiga (mungkin skarang sudah bunga-satu)yg konon antara dr.V dgn Berlnd terjadi cinlok alias cinta-lokasi (hahahaaaa&#8230;. sperti artis saja ya&#8230;.) yg mana mrk sering ke jkrta, bndung, s&#8217;pore dll berduaan&#8230;. sampe-sampe katanya sich ini berdampak pada rumah tangga masing2, dan entah bgmn ahir episoda cintanya ini&#8230;.<br />
Sesungguhnya bisnisnya ini tidak secantik dan semulus yg nampak, 2 thn lalu pernah terjadi kributan sampai tindak kekerasan pemukulan dr para tukang pukul dr.V pada seseorang yg hampir bisa mencuat, tapi, saat itu muncul disebut dr.v terlibat di berita tv lokal, tapi tidak berlanjut&#8230; karena ceritanya keributan itu hanya masalah sepeda motor pembantu&#8230;.. hmmmm, klise!</p>
<p>Yaaaah&#8230;.. sementara ini yg bisa sy ceritakan, sebetulnya masih ada beberapa item yg bisa disampaikan, tapi inipun sdh sngat melelahkan&#8230;.</p>
<p>Sy menulis ini sesungguhnya tidak memberi suatu advantage sedikitpun bg sy, hanya sekedar simply&#8211;chat yg entah ada gunanya atau tak ada gunanya. Minimal bisa memberi manfaat tentang opini tentang warga kota &amp; bahkan bangsa ini selalu saja dipenuhi hal-hal yg sumbang semacam ini.<br />
oh ya&#8230;.. sesungguhnya sy secara pribadi mengapa begitu energize menceritakan dr.V ini memang pernah merasa sedikit kecewa. Bermula, Sy adalah seorang pasien yg menjalani rehabilitasi adiksi dengan menggunakan Subutex, rekomendasi sy sbg pasien lengkap serta rujukannya, yg ber-sungguh2 ingin sembuh. Pada awalnya progres saya baik, tapi setelah dr.V tergoda jalan ilegal itu, sy dan bbrp rekan2 lain yg sungguh2 mulai tidak ter-care dengan benar, pemberian obat diwakilkan ke karyawannya malah kadang barang untuk kami kosong, terpaksa sy harus beli ke pengedar yg tentu lebih mahal,padahan sy tahu untuk ke para pengedar dan untuk ke para courier s&#8217;pore &amp; malay tak pernah berhenti.<br />
Tapi sy bersyukur, sy bisa cukup berhasil menyelesaikan rehab tsb, sehingga sy menginginkan pola hidup seperti orang lain pada umumnya&#8230;.. kadang-kadang sih masih suka mengulangi, karena sejujurnya utk meghentikan scra total masih sanagat sulit. itupun sekali-kali dengan barang yg tidak mengakibatkan sakaw &amp; adict permanen.</p>
<p>Demikian tulisan saya.<br />
Terima kasih</p>
<p>Mar2.</p>
<p>________________________________________</p>
<p>*)Subutex adalah merek dagang yg sah yg hanya dipergunakan untuk rehabilitasi para addicsi/kecanduan akut narkotika, yg diberikan secara disiplin (seharusnya) kpd seorang pasien yg telah direkomendasi dokter atau BNN (Badan Narkotika) maksimal 1 butir perhari diminum di muka pemberinya/dr, sampai kurun waktu tertentu (bisa berbulan-bulan tergantung case) sampai pasian ada kemajuan hingga tuntas non-adict.<br />
Sesuai perkembangannya, obat atau &#8216;barang&#8217; ini oleh para junkies/pecandu justru dipergunakan bukan untuk berobat non-adict, tapi dengan meramu dgn barang/bahan lainnya dengan perbandingan tertentu bisa jadi barang yg sama efeknya/in trance dgn &#8216;barang&#8217; lainnya, seperti putaw dan shabu. Malah Subutex ini &#8216;barang&#8217; yg aman, malah dalam keadaan in-trance pun, efek ini tidak terdeteksi dengan test-urine.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
