<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Socrates on New Media &#187; politika</title>
	<atom:link href="http://thesocratesmedia.com/category/politika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thesocratesmedia.com</link>
	<description>The Journey of My Life</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 10:57:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Belajar dari Ahmadinejad</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/belajar-dari-ahmadinejad/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/belajar-dari-ahmadinejad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 13:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[IRAN adalah negara dengan sejarah dan peradaban tua, kaya dengan minyak bumi yang membawa kemakmuran rakyatnya, saat ini tetap menjadi kawasan strategis secara global, baik dari segi ekonomi, politik serta pertahanan. Tidak heran, pemilu di negeri para mullah itu, menjadi sorotan dunia. 
Mahmoud Ahmadinejad terpilih kembali menjadi presiden Iran untuk keduakalinya. Ahmadinejad sementara dilaporkan menang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">IRAN </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">adalah </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">negara dengan sejarah dan peradaban tua, kaya dengan minyak bumi yang membawa kemakmuran rakyat</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">nya</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">, </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">saat</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US"> ini tetap menjadi kawasan strategis secara global, </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">baik</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US"><span> </span>dari segi ekonomi, politik serta pertahanan</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">. Tidak heran, pemilu di negeri para mullah itu, menjadi sorotan dunia. </span><span id="more-269"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Mahmoud Ahmadinejad terpilih kembali menjadi presiden Iran untuk keduakalinya. Ahmadinejad sementara dilaporkan menang mutlak, dengan mengantongi 62,6 persen dari total suara. <span> </span>Saat pemilu sebelumnya, ia mengantongi 61,9 persen suara. Mengapa tokoh yang dicap kontraversial dan garis keras itu terpilih lagi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Terlepas dari ketidaksukaan sebagian negara-negara Barat terhadap presiden berusia 52 itu dan kerusuhan yang terjadi lantaran massa pesaingnya mantan perdana menteri Mir Hossein Mousavi, <span> </span>besarnya dukungan terhadap Ahmadinejad, dalam dua kali pemilihan presiden Iran, perhatian dunia kini mengarah pada Ahmadinejad. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Selain<span> </span>beberapa pernyataannya yang kontroversial, Ahmadinejad memang penuh kejutan. Pada bulan Mei 2006, Ahmadi Nejad mengirim surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat saat itu George W Bush.<span> </span>Ia mempertanyakan, mengapa setiap kemajuan ilmu dan teknologi di kawasan Timur Tengah dianggap dan dipromosikan sebagai ancaman terhadap Israel sebagai sekutu AS.<span> </span>Bukankah usaha ilmiah dan penelitian merupakan hak-hak dasar masyarakat? tulis Ahmadi Nejad.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Pertanyaan berbau gugatan ini, agaknya dilontarkan mantan wali kota Teheran itu sebagai rekasi terhadap kecurigaan Bush ketika Iran terus meningkatkan teknologi nuklirnya.<span> </span>Bagi Ahmadinejad, kecurigaan kemajuan ilmu dan teknologi yang digunakan untuk kepentingan militer tidak beralasan.<span> </span>Sebab, dengan demikian, seluruh ilmu seperti fisika, matematika dan lainnya juga harus ditentang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Ahmadi Nejad juga menulis, ketidaksetujuannya dengan peristiwa 11 September yang dijadikan AS sebagai alasan mengejar para teroris di seluruh dunia.<span> </span>Pemerintah Iran mengecam aksi terorisme itu. Namun, ia juga mempertanyakan, mengapa Amerika Serikat yang terkenal memiliki sistem keamanan, teknologi informasi canggih bisa kebobolan. Mengapa tidak ada penjelasan resmi soal kelalaian aparat keamanan AS dan tidak ada yang dihukum? Tanya Ahmadinejad. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Penguasa, kata Ahmadinejad, tidak selamanya berkuasa. Masyarakat akan menilai, apakah penguasa menyiapkan kemananan dan kesejahteraan rakyatnya, atau sebaliknya, ketidakamanan dan pengangguran.<span> </span>Nama penguasa, akan selalu dii-ngat dan tertulis dalam sejarah.<span> </span>Sejarah juga menunjukkan, pemerintah yang zalim tidak akan bertahan lama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Siapa sebenarnya Mahmud Ahmadinejad? Putra Ahmad Saborjihan ini lahir 28 Oktober 1956 di desa pertanian Aradan dekat Gamsar atau 120 kilometer tenggara Teheran.<span> </span>Sebelum menjadi presiden Iran keenam, ia menjabat sebagai walikota Teheran selama tiga tahun.<span> </span>Ia dikenal sebagai tokoh konservatif yang loyal dengan nilai-nilai revolusi Islam Iran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Lulusan Universitas Sains dan Teknologi Iran dan meraih gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi ini, pada masa perang Irak-Iran, bergabung dengan Korp Pengawal Revolusi Islam. Ahmadinejad sering menghadapi hujan kritik. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Saat menjadi wali kota Teheran, presiden Iran Mohammad Khatami, pernah marah besar lantaran terjebak macet saat menuju Universitas Teheran.<span> </span>Kritik presiden itu malah dibalas Ahmadinejad dengan ucapan, </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">&#8220;Bersyukurlah karena presiden kita telah merasakan kehidupan rakyatnya yang sesungguhnya&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Bagi sebagian besar rakyat Iran, Ahmadinejad adalah perwujudan dorongan-doro-ngan impian tentang pemimpin anti korupsi, merakyat dan saleh. Sejak pertamakali masuk ke kantornya, Ahmadinejad menolak mengenakan jas mahal, menolak me-ninggalkan rumah yang diwarisinya dari sang ayah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Tidak hanya itu. Saat p</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">ertama </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">kali </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">masuk kantor kepresidenan, </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Ahmadinejad</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: "> </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">mem</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">erintahkan membongkar karpet mewah istana</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">, lalu </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">menyumbangkannya untuk masjid-masjid di Teheran. Istana cukuplah pakai karpet biasa saja yang mudah dibersihkan.<span>Di istana ada ruangan besar untuk menerima tamu VIP. Ruangan mewah ini ditutup, dan minta petugas protokol mengganti dengan ruangan biasa, cukup diisi dua kursi kayu. Sederhana, tetap nyaman dan mengesankan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Ia mengubah status </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">p</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">esawat </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">t</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">erbang </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">k</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">epresidenan jadi pesawat kargo. Ini menghemat pajak dari rakyat, termasuk buat dirinya selaku presiden. Perjalanan dinas dilakukan dengan pesawat terbang biasa, dan presiden memilih kelas ekonomi saja.</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US"> </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Ia meniadakan kebiasaan upacara memakai karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, ketika mengunjungi berbagai daerah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan khusus untuk pres</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">iden</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: "> </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Stafnya</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: "> terheran-heran bercampur </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US"><span> </span>kagum melihat tas yang dibawa sang presiden tiap hari. Di dalamnya ada roti isi atau roti keju yang disiapkan sang istri dan di</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">-</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">santap dengan gembira. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Banyak pakem protokoler dirombak, misalnya, presiden tak mesti duduk eksklusif. Dan ia suka bercengkerama dengan petugas kebersihan di rumah atau kantor ke</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">-</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">presidenan</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">. K</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">etika azan berkumandang, ia pun segera shalat &#8212; di manapun berada, meski hanya beralaskan karpet biasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Bersamaan dengan langkah efisiensi materi, Presiden Ahmadinejad juga memotong garis protokol untuk para menteri hingga bisa masuk langsung ke ruangannya tanpa hambatan basa-basi.</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US"> </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Para menterinya diingatkan agar tetap hidup sederhana. Rekening pribadi maupun kerabat dekat akan diawasi. Ia pun memberi contoh: sebagai Presiden Iran, rekening banknya bersaldo minimum. Satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Ketika berkunjung ke daerah dan menginap di hotel, Presiden Ahmadinejad </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US"><span> </span></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">minta kamar dengan ranjang tidak terlalu besar. Ia tak terlalu suka tidur </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US"><span> </span></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">di kasur, tapi justru di lantai beralaskan karpet dan selimut.Kebiasaan unik sang presiden ini terungkap dari foto-foto yang diambil adiknya. Misalnya, di rumah, selepas dari para pengawal yang selalu menjaga ke mana pun ia pergi, Presiden Iran itu pun tidur di lantai ruang tamunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Saat ia diwawancarai TV<span> </span>Fox dengan pertanyaan, ‘’Saat Anda melihat cermin tiap pagi, apa yang Anda katakan pada diri Anda?’’ Ahmadinejad berkata,’’</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan adanya ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu : melayani Bangsa Iran.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Lalu, apa yang terjadi di republik ini? Sikap calon presiden kita menunjukkan, mereka belum dewasa. Saling sindir, saling ejek dan saling mengklaim keunggulan masing-masing. Apa yang dilakukan para capres yang nota bene sebelumnya pernah menjadi presiden, sedang menjabat sebagai presiden, atau menjadi wakil presiden, bukan sikap sebagai seorang calon pemimpin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: ">Sebab, salah satu kualifikasi pemimpin adalah kemampuannya membuat rakyatnya makin sejahtera, dan bukan mengklaim sebagai jasa atau kebaikannya, tapi lebih merupakan kewajibannya. Kalau tidak begitu, buat apa kita memilihnya jadi presiden? Padahal, masa jabatan seorang presiden itu terbatas. Masalahnya, mampukah ia dalam masa lima tahun itu ia akan dikenang sepanjang masa? Kita memang butuh presiden sekaligus pemimpin. *** </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: "> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/belajar-dari-ahmadinejad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Caleg oh Caleg</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/caleg-oh-caleg/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/caleg-oh-caleg/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 05:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Manusia memang kerap terpesona dengan kekuasaan, yang dilambangkan dengan dewa Janus. Dewa dalam mitologi Yunani kuno yang berwajah kembar dan menghadap ke kiri dan ke kanan. Kebutuhan manusia seperti digambarkan Maslow, yang tertinggi adalah kebutuhan eksistensi diri. Nah, dalam posisi seperti apa calon-calon legislatif kita yang hari-hari ini sibuk menjaring suara? 
Seorang caleg menelepon saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia memang kerap terpesona dengan kekuasaan, yang dilambangkan dengan dewa Janus. Dewa dalam mitologi Yunani kuno yang berwajah kembar dan menghadap ke kiri dan ke kanan. Kebutuhan manusia seperti digambarkan Maslow, yang tertinggi adalah kebutuhan eksistensi diri. Nah, dalam posisi seperti apa calon-calon legislatif kita yang hari-hari ini sibuk menjaring suara? <span id="more-261"></span></p>
<p>Seorang caleg menelepon saya. Ia mengatakan, butuh tambahan suara. Ia minta saya agar saya mengumpulkan warga dan minta dukungan untuknya. Caleg lain, juga megirim pesan pendek. Katanya, demi persahabatan, ia minta diskon harga iklan. Sedangkan yang mengirim pesan minta dukungan, juga cukup banyak. </p>
<p>Ada pula caleg yang menyebutkan kepada saya, ia lebih memilih memberikan bantuan ke tempat ibadah. Sebab, kalau dananya dikucurkan kepada tim sukses, belum tentu ia akan menang. &#8221;Kalau memberi untuk tempat ibadah, kalau kalah pun kita tak kecewa. Hitung-hitung beramal,&#8221; kata politisi senior itu. </p>
<p>Lain lagi ulah seorang caleg yang kebetulan kenal saya. Sore menjelang magrib, ia datang ke rumah saya. Ia mengundang saya hadir pada acara tahlilan. Karena tetangga dan apalagi ini tahlilan, saya pun datang. Dengan memakai baju koko dan songkok, saya datang ke rumah tetangga saya itu. Ternyata, sudah ramai. Saya pun duduk di sudut. </p>
<p>Ternyata, acara tahlilan itu hanya bungkusnya. Isinya adalah, sang kiai mengajak warga doa bersama agar tetangga saya yang nyaleg itu, terpilih dalam pemilu nanti. Begitu acara doa bersama selesai, buru-buru saya pulang. </p>
<p>Melihat banyaknya caleg yang sedang berebut suara pemilihnya, seorang teman berkata. Dulu pemilu tahun 1999, caleg yang mengakali rakyat pemilihnya. Lalu, pada pemilu tahun 2004 kondisinya terbalik. Malah rakyat yang mengakali caleg dan parpol. Salah satunya, di Batam pernah ada orang yang menyebut dirinya Singa Lapar yang menawarkan satu orang yang hadir kampanye uang tunai Rp50 ribu. </p>
<p>Kenapa ia lakukan itu? Si Singa Lapar menjawab. &#8221;Saya tahu, partai politik tak punya massa, makanya saya sediakan massa asalkan bayar. Soal apakah ia memilih parpol yang kampanye itu atau tidak ya terserah dia,&#8221; katanya, tertawa. </p>
<p>Nah, konon pada pemilu 2009 ini, masih kata teman saya itu, antara rakyat dan caleg saling intip, siapa mengakali siapa. </p>
<p>Yang merisaukan saya, soal partisipasi politik yang makin menurun. Antara lain, orang yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Bisa jadi karena tak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap atau karena ia memilih untuk tidak memilih. Yang lebih membuat miris, makin banyak orang-orang yang apolitics alias orang yang anti dengan politik. ***</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/caleg-oh-caleg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Caleg di Satu Komplek</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/empat-caleg-di-satu-komplek/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/empat-caleg-di-satu-komplek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 07:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[ 
Inilah pekerjaan yang menantang dan menggairahkan: menjadi calon legislatif atau caleg. Namun, gejala pesimis bahkan apatis makin menguat pada masyarakat yang mempunyai hak pilih dan menentukan nasib para caleg itu. Buktinya, mereka yang tidak menggunakan hak pilih alias golput makin besar. Ketika daftar calon sementara diumumkan, publik terkesan biasa-biasa saja.
 Kesan biasa-biasa saja, juga tampak di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p class="MsoNormal">Inilah pekerjaan yang menantang dan menggairahkan: menjadi calon legislatif atau caleg. Namun, gejala pesimis bahkan apatis makin menguat pada masyarakat yang mempunyai hak pilih dan menentukan nasib para caleg itu. <span lang="SV">Buktinya, mereka yang tidak menggunakan hak pilih alias golput makin besar. Ketika daftar calon sementara diumumkan, publik terkesan biasa-biasa saja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> <span id="more-231"></span>Kesan biasa-biasa saja, juga tampak di komplek tempat saya tinggal di Taman BPD Indah Batam Centre. Hebatnya, di komplek yang hanya 68 rumah dan enam di antaranya kosong itu, ada empat caleg dari empat partai berbeda. Uniknya lagi, keempat caleg itu berasal dari blok A, B, C dan D. Warga komplek kami, patut bangga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>   </span>Dari blok A seorang ibu rumah tangga, yang selama ini aktivitas politiknya kurang kami ketahui selama ini. Dari blok B seorang mantan karyawan bank juga mencalonkan diri. Sedangkan dari blok C seorang dokter kecantikan dan dar blok D seorang wartawan sama-sama menjadi caleg. Jika keempat caleg itu membutuhkan dukungan suara, maka tinggal mendekati warga dari masing-masing blok, he..he..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>            </span>Begitulah. Saat nama dan foto para caleg diumumkan di koran, warga hanya sekedar ingin tahu, siapa-siapa yang maju jadi caleg. Saya sendiri yang sudah sebelas tahun menjadi warga Batam, sebagian besar tidak saya kenal. Malah, koran yang mengumumkan nama dan foto para caleg itu, terbit sangat terlambat jam tiga sore, karena harus menambah 20 halaman dari biasanya, harus hati-hati jangan sampai nama dan partainya salah dan seterusnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>    </span>Sikap apatis dan cuek warga terhadap para caleg cukup beralasan. Mereka yang katanya mewakili rakyat, asyik dengan dirinya sendiri. Seperti orang autis, yang tidak perduli dengan orang lain, dan memiliki dunia sendiri. Berbagai kritikan, kecaman dan sikap sinis dari orang yang sudah memilih mereka, dianggap angin lalu. Wakil rakyat seperti tuli dan menganggap sepi keluhan publik. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>  </span>Lihatlah, mereka tetap pergi pelesiran dengan dalih studi banding dan menghamburkan uang negara. Paling tidak alasan kunjungan kerja sehingga bisa menggarap SPPD dan dapat uang jalan. Namun, ketika tarif air naik, tarif listrik naik, wakil rakyat langsung mengangguk setuju. Kebusukan itu mulai tercium saat ada yang mengaku menerima suap. Tak mungkin yang menerima satu orang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>    </span>Alih-alih memberi warna pada perpolitikan di daerah ini dan parlemen, mereka malah terjerambab pada status sosial yang lebih tinggi dan sulit melihat dari kaca mata masyarakat yang diwakilinya, dan terjebak pada arus utama yang berpusat pada satu poros: kekuasaan dan uang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>   </span>Ada anggota legislatif yang meminta ruko sampai tiga kali. Saat ketahuan, ia dengan mudah bilang, keseleo lidah. Ada pula yang hobi dugem, nyeleneh dan saat bertemu di diskotik, ia mengatakan, inilah konstituen saya, sambil tertawa-tawa. Ada pula yang menjadikan perusahaan publik yang harus berurusan dengan mereka saat menaikkan tarif, sementara karyawannya dipenjara karena korupsi miliaran, sebagai ATM-nya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>      </span>Belum lagi kasus korupsi yang melibatkan anggota legislatif, makin membuka mata publik terhadap ulah dan prilaku mereka yang disapa yang terhormat ini. Dagelan politik yang mereka mainkan, hanya keserakahan, kerakusan dan ketamakan akan uang dan fasilitas. Inilah yang menjadi magnet menjadi caleg. Tempat yang basah untuk menggerogoti uang negara, jalan pintas memperkaya diri. Pantaslah menjadi anggota dewan menjadi incaran petualang politik dan politisi busuk. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>            </span>Mereka maju menjadi caleg bukan tanpa modal. Maksudnya modal uang. Seorang caleg yang maju di daerah pemilihan gemuk dengan nomor urut satu kepada saya mengatakan, ia sudah setor Rp50 juta. Belum lagi biaya yang dibutuhkan untuk kampanye yang sudah jalan beberapa bulan ini. Tentu saja, hukum ekonomi berlaku. Kalau modalnya Rp50 juta, berapa lama akan balik<span>  </span>modal, berapa kali lipat keuntungan yang akan didapat? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>            </span>Sikap apatis masyarakat harus disadarkan dengan fakta, kalau mereka tidak memilih, para petualang politik itu akan dengan mudah melenggang meraih kursi anggota dewan. Memang, menjadi golput adalah, mereka memilih untuk tidak memilih. Tapi, harus siap-siap merana sampai mereka turun dari gelanggang politik. Membiarkan hak pilih kita hilang, berarti memberi kesempatan pada mereka yang nama dan fotonya sudah terpampang di daftar calon sementara, untuk menjadi wakil kita. Padahal, sebagai wakil, kitalah ketuanya. *** </span></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/empat-caleg-di-satu-komplek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pejabat dan KPK-Mania</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/pejabat-dan-kpk-mania/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/pejabat-dan-kpk-mania/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 05:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Menonton pejabat kita berpidato di televisi, mestinya tidak ada masalah yang berarti. Mimik wajahnya berseri-seri. Senyuman menghiasi bibirnya. Ia bicara soal program pemerintah yang sudah dilaksanakan. Lengkap dengan gerakan tangan dan basah tubuh yang bersemangat. Tapi kenapa harga barang tak terkendali, sampah menumpuk di mana-mana dan jalanan penuh lubang yang menganga?

Sejak bahan bakar minyak (BBM) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Menonton pejabat kita berpidato di televisi, mestinya tidak ada masalah yang berarti. Mimik wajahnya berseri-seri. Senyuman menghiasi bibirnya. Ia bicara soal program pemerintah yang sudah dilaksanakan. Lengkap dengan gerakan tangan dan basah tubuh yang bersemangat. Tapi kenapa harga barang tak terkendali, sampah menumpuk di mana-mana dan jalanan penuh lubang yang menganga?</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span id="more-227"></span>Sejak bahan bakar minyak (BBM) naik, warga jadi lesu darah. Sebab, efek domino kenaikan tersebut, menjalar kemana. Indeks kepercayaan konsumen langsung merosot tajam. Daya beli masyarakat yang mulai membaik, tergerus dan dibayangi angka inflasi yang makin tinggi. Dunia usaha langsung tersentak. Sebab, proyeksi yang disusun untuk setahun ke depan, sama sekali meleset.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Program pemerintah dalam proyek pembangunan, sebut saja misalnya penerangan jalan umum, macet di tengah jalan. Padahal, lobang tiang listik yang dijanjikan akan membuat Batam terang benderang, digali dan dibiarkan begitu saja. Jalan yang berlubang dan sebelumnya ditambal sulam, kian mengangan lantaran digerus hujan yang turun saban hari. Seorang warga asing, sampai menulis surat pembaca soal jalan berlubang ini.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Begitu pula proyek swastanisasi sampah yang konon akan membuat Batam bersih, malah tak ada uang membayar truk-truk yang saban hari ke Telagapunggur. Padahal, swastanisasi yang sudah ada pemenang tendernya itu, harus jalan mulai April 2008 lalu. Bau KKN merebak dari proyek itu. Tender ulang pun sulit dilakukan.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Konon, melambatnya dan nyaris stagnan proyek pembangunan di Batam selama semester satu 2008 ini lantaran para pejabat kita ketakutan. Tidak ada yang berani menjabat sebagai pimpinan proyek lantaran khawatir bermasalah dan diduga melakukan korupsi. Ujung-ujungnya, diperiksa pihak berwajib dan karir serta keluarganya terancam. Apalagi, seorang pimpro sudah masuk penjara.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Seorang pegawai negeri bercerita kepada saya. ‘’Siapa yang berani menjadi pimpro dalam situasi seperti sekarang? Sedikit-sedikit diperiksa, lalu masuk penjara. Apalagi, komisi yang 10 persen itu tidak ada lagi. Apa untungnya buat dia? Malah, bisa-bisa masuk penjara. Padahal, dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) tidak ada temuan korupsi,’’ katanya, dengan mimik serius.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, kata seorang pejabat eselon II Pemko Batam, semua pejabat ketakutan. ‘’Apalagi, ada target yang ditetapkan kejaksaan yang secara bertingkat, mulai dari Kejaksaan Tinggi sampai Kejaksaan Negeri, akan menangkap koruptor di wilayahnya masing-masing. Kalau, tidak ada yang korupsi, apa harus dicari-cari siapa yang akan ditangkap?’’ katanya.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Secara psikologis, kata pejabat itu, ketakutan menghantui seluruh pejabat dan tidak berani menerima tugas sebagai pimpinan proyek. Padahal, rencana kerja yang dituangkan dalam musyawarah rencana pembangunan dikuatkan melalui Peraturan Daerah (Perda). Tapi begitulah. Proyek-proyek pembangunan molor lantaran ketakutan akan dipanggil, diperiksa dan dijadikan tersangka korupsi.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Dulu, pernah ada istilah pengawasan melekat (waskat). Kini, pengawas pejabat cukup banyak. Mulai dari Badan Pengawasan Kota (Bawasko) atau Bawasda, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ada lagi BPKP, Kepolisian, Kejaksaan, hingga lembaga yang makin ditakuti seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keberadaan lembaga ini tidak hanya memberikan efek jera, tapi ketakutan yang berlebihan.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Kasus dugaan korupsi dam Baloi di Batam, memberikan dampak yang cukup besar dengan pemeriksaan berantai yang dilakukan KPK. Mulai dari pejabat biasa, penguasa top hingga pemeriksaan Gubernur Kepri selama sembilan jam. Seorang pengusaha pernah menelepon saya soal pemeriksaan itu. Ia menggunakan nomor ponsel yang tidak biasa.<span> </span>Nadanya ketakutan. Ia bertanya, kemana arahnya pemeriksaan tersebut seraya meminta informasi, kalau-kalau ada perkembangan baru.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Ucapan founding father republik<span> </span>ini puluhan tahun lalu seperti menemukan kenyataannya. Korupsi sudah membudaya di negeri ini. Ketika semangat memberantas korupsi yang sudah berurat berakar itu dilakukan, ketakutan pun merebak kemana-mana dan menjadi KPK-mania.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Sampai-sampai, seorang pejabat kepolisian di Natuna, merasa tertipu ketika ada beberapa orang mengaku dari KPK akan memeriksa bupati. Ia menyambut kedatangan para ‘’penyidik’’ yang bisa menyadap telepon itu, lalu mentraktirnya makan di restoran. Ternyata, mereka bukan dari Komisi Pemberantak Korupsi (KPK) tapi dari Koran Pemberantas Korupsi. Singkatannya, ya KPK juga.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Saya hanya teringat sebuah tamsil lama. Kalau tidak salah, kenapa harus takut? Mungkin perlu dipikirkan, kita tidak hanya memberi hukuman (punishment) buat para koruptor yang rekornya kini dipegang jaksa Urip dengan hukuman 20 tahun penjara, juga memberi reward bagi pejabat yang bersih dan tidak korup. Misalnya, hadiah uang tunai setiap bulan selama satu tahun ala Coca Cola, menunaikan ibadah haji, serta berlibur ke negara yang dipilih pejabat bersih itu tadi kemana pun dia suka. Bagaimana menurut Anda? ***</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/pejabat-dan-kpk-mania/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Caleg, Euy!</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/jadi-caleg-euy/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/jadi-caleg-euy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 21:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/jadi-caleg-euy/</guid>
		<description><![CDATA[Istilah caleg alias calon legislatif, merebak ke seantero negeri. Saat nama-nama caleg didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum, siapa yang perduli, seperti apa ya kira-kira gaya caleg kita nanti? Betapa enaknyajadi caleg menurut kacamata seorang lelaki Sunda yang sudah empat bulan di Batam. Jadi caleg, euy!
&#8221;Bapak nggak nyalon? kan bisa dapat sampingan,&#8221; kata Nanang, tukang kebun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah caleg alias calon legislatif, merebak ke seantero negeri. Saat nama-nama caleg didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum, siapa yang perduli, seperti apa ya kira-kira gaya caleg kita nanti? Betapa enaknyajadi caleg menurut kacamata seorang lelaki Sunda yang sudah empat bulan di Batam. Jadi caleg, euy!<span id="more-222"></span></p>
<p>&#8221;Bapak nggak nyalon? kan bisa dapat sampingan,&#8221; kata Nanang, tukang kebun di Batam Centre. Ia mengaku belum pernah ikut nyoblos pemilu. Kalau nyoblos, ia mau milih yang jujur. &#8221;Soalnya, banyak yang suka curang,&#8221; katanya.<br />
Begitulah politik diartikan bermacam-macam. Sudahkah Anda melirik siapa-siapa caleg yang kini masuk bursa? Yang jelas, siap-siaplah dimintai dukungan, lalu Anda dilupakan selama lima tahun.<br />
Hebatnya, begitu jadi caleg, langsung kampanye selama sembilan bulan ke depan. Sementara, masih ada partai sebagai mesin politik yang harus melakukan konsolidasi internal, sampai ke kelompok masyarakat lapis bawah seperti RT dan RW.<br />
&#8221;Saya belum pernah nyoblos. Buat apa? Nggak ada perubahan,&#8221; kata Petrus Setet,seorang satpam kepada saya sambil makan martabak. &#8221;Katanya ada KTP gratis,tapi saat saya mengurus KTP dipersulit. Semua urusan surat harus bayar uang administrasilah, uang rokoklah,&#8221;katanya.<br />
Satu lagi, katanya, terlalu banyak partai dan ini bikin bingung. &#8221;Masak ada 37 partai,&#8221;katanya. Siapapun yang naik,tidak ada perubahan sama sekali. Jangan tipu-tipu rakyat terus, celetuknya serius. Nah, siapa bilang Satpam yang tinggal di Kabil ini tidak mengerti politik?<br />
Saat mengurus KTP, Petrus berharap gratis. Tapi, pegawai di kecamatan juga pintar berdiplomasi. Kelar suratnya, Petrus bertanya seperti biasa. &#8221;Berapa, Pak?&#8221; Seikhlasnya sajalah,&#8221;kata pegawai camat Batam Kota itu. Petrus pun membayar Rp10 ribu.<br />
Lho, katanya ikhlas? tanya saya. &#8221;Ya, gimana, kita kan maunya gratis. Mestinya dia bilang, pengurusan surat-surat untuk KTP ini tidak bayar,&#8221;katanya, tertawa. Inilah politik versi warga kelas bawah. Lalu, bagaimana dengan para caleg kita ini?<br />
Saya tidak tahu, apa yang mereka pikirkan dan maui. Di kantin kantor, di warung kopi, di loby hotel, beberapa orang yang saya kira mencalonkan diri, sibuk membicarakan partai dan dirinya sendiri. Atau soal nomor urut dan suara terbanyak.<br />
Ada juga ajakan bertemu dan makan siang dari seorang caleg. SMS undangan dikirim tiap hari. Tapi saya belum sempat memenuhinya. Caleg lain membahas soal peluangnya merebut kursi DPR. Ada pula yang bicara soal berapa banyak uang yang disiapkannya untuk bertarung dalam pemilu nanti.<br />
&#8221;Yang jelas, kita siap,&#8221; katanya dengan nada ragu. Kalau bertemu beberapa orang, paling tidak saya yang bayar makanan dan ngopinya. Masak caleg nggak punya duit, ha..ha..ha,&#8221; katanya terbahak.<br />
Telepon genggam saya berdering. Nomornya tak saya kenal. Ternyata, ia seorang pengusaha yang kini jadi petinggi partai politik di Jakarta. Ia bertanya, apa isu hangat di Batam saat ini. Saya bicara soal tarif listrik sekenanya. Dalam hati, masak caleg dan bos partai tak punya akses informasi terkini?<br />
Kata orang bijak, ada dua hal yang harus diwaspadai. Orang yang tak pernah berubah, atau orang yang selalu berubah. Yang pertama bisa diartikan bebal dan kedua anggap saja tak konsisten. Jangan-jangan caleg kita termasuk golongan orang keduanya. Hmm&#8230;***<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/jadi-caleg-euy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bendera Parpol</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/bendera-parpol/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/bendera-parpol/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 11:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/bendera-parpol/</guid>
		<description><![CDATA[Pesan short massage service (SMS) soal bendera parpol itu saya kirim tanggal 28 Maret 2008 pukul 14.50 WIB. Jawaban wali kota singkat saja. Gagasan bagus, terima kasih. Kini sampai sembilan bulan ke depan, wajah kota akan bertabur bendera parpol.
Isi SMS itu begini: Yth Pak Walikota, saya usul Pemko menyediakan tempat pemasangan bendera partai, LSM dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesan short massage service (SMS) soal bendera parpol itu saya kirim tanggal 28 Maret 2008 pukul 14.50 WIB. Jawaban wali kota singkat saja. Gagasan bagus, terima kasih. Kini sampai sembilan bulan ke depan, wajah kota akan bertabur bendera parpol.</p>
<p>Isi SMS itu begini: Yth Pak Walikota, saya usul Pemko menyediakan tempat pemasangan bendera partai, LSM dan OKP di tempat tertentu. Tiang dan lubangnya disediakan Pemko, termasuk membantu memasang dan membongkarnya. Waktu pemasangan dibatasi 3-5 hari dan parpol tinggal memberikan bendera. Selain kota lebih rapi, ini akan menjadi terobosan baru Anda, terima kasih.<br />
<span id="more-214"></span><br />
Usul tersebut dilatari oleh kebiasaan parpol dan ormas memasang bendera sebagai atribut di jalan-jalan protokol. Yang terjadi, antar parpol berlomba-lomba agar benderanya kelihatan lebih banyak, lebih tinggi dan lebih menarik pandangan mata.<br />
Masalahnya, bendera parpol (apapun parpolnya) bukannya menambah semarak, malah mengganggu pemandangan. Misalnya, tiangnya tidak sama tinggi. Malah, ada yang tiangnya copot dan tumbang ke jalan. Ini tentu mengganggu penguna jalan.<br />
Nah, jika wali kota menganggap usul sederhana ini penting, tinggal mengumpulkan semua parpol, OKP dan LSM lalu bikin kesepakatan bersama. Isinya, ya pengaturan soal pemasangan bendera parpol itu. Lubang dan tiang bendera disediakan Pemko.<br />
Tentu saja jarak dan tinggi tiangnya sudah diatur. Parpol tinggal menyerahkan bendera ke Satpol PP yang membantu memasang. Kalau perlu, diberikan biaya pemasangan yang terjangkau. Pada saat masa tayang bendera habis, juga dibantu mencabut bendera tersebut.<br />
Tujuannya, kota lebih rapi dan indah dengan kibaran bendera warna warni. Pengguna jalan pun aman dari kejatuhan tiang bendera. Kesepakatan antara Pemko dan parpol itu, dipublikasikan secara luas agar warga tahu.<br />
Sejak bulan Juli 2008 hingga Maret 2009 nanti, selama sembilan bulan, kita akan terbiasa melihat bendera parpol berkibar-kibar. Jumlahnya ada 34 parpol atau 34 jenis bendera pula.<br />
Seberapa menarik pemasangan bendera ini di mata warga yang menjadi sasaran kampanye parpol? Survei Barometer agaknya bisa menjadi perhatian parpol. Ternyata, hanya 44,8 persen yang menyebutkan pemasangan bendera parpol menarik dan 55,2 menganggap tidak menarik.<br />
Kampanye untuk menarik calon pemilih seperti pengerahan massa, konvoi dan pawai kendaraan malah dianggap tidak menarik. Jika kampanye merusak keindahan kota, mengganggu aktivitas warga, bisa jadi bukan simpati yang didapat malah berbalik menjadi tidak suka dan antipati.<br />
Saya tidak kecewa usul saya menata bendera parpol tidak dilaksanakan wali kota. Sebab, dengan jumlah partai sebanyak 34 itu, tentu makin banyak pula lubang dan tiang bendera yang harus disediakan. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/bendera-parpol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Saya Jadi Wali Kota (2)</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/program-saya-jadi-wali-kota-2/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/program-saya-jadi-wali-kota-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 06:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panggilakubos.wordpress.com/2008/04/28/program-saya-jadi-wali-kota-2/</guid>
		<description><![CDATA[PERENCANAAN itu penting. Sebab, tanpa rencana, segala kegiatan yang dilakukan, tentu juga akan tanpa arah. Orang yang sudah punya rencananya, bisa saja dalam prakteknya tidak bagus. Apalagi kalau tidak punya rencana. Seumpama saya wali kota, jauh-jauh hari saya sudah menyusun rencana dan program kerja.Program saya yang lain adalah menata kota. Batam yang sudah menjadi kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERENCANAAN itu penting. Sebab, tanpa rencana, segala kegiatan yang dilakukan, tentu juga akan tanpa arah. Orang yang sudah punya rencananya, bisa saja dalam prakteknya tidak bagus. Apalagi kalau tidak punya rencana. Seumpama saya wali kota, jauh-jauh hari saya sudah menyusun rencana dan program kerja.<br /><span class="fullpost"><br />Program saya yang lain adalah menata kota. Batam yang sudah menjadi kota ruko, memang tidak artisitik dan terkesan kaku. Seluruh pemilik ruko atau penyewa, saya wajibkan mengecat ulang ruko. Sehingga tidak ada lagi kesan suram dan kusam. <br />   Kalau perlu, saya bikin lomba. Ruko yang paling cantik dengan kombinasi warna paling menarik, dapat hadiah berupa uang pengganti seluruh biaya mengecat rukonya. Ruko tidak boleh dibiarkan terlantar pemiliknya sehingga merusak wajah kota. <br />   Saya akan menindak warga yang melanggar Izin Mendirikan Bangunan. Juga akan mengecek, apakah ada tangga darurat, racun api dan hal-hal yang membahayakan jiwa warga saya terhadap bencana kebakaran. <br />   Gorong-gorong dan drainase kota harus bersih sehingga saat hujan turun, air tidak meluber ke jalan. Parkir diatur dan tertib. Batam harus bebas sampah. Jalan memutar yang bikin macet ditutup agar pengemudi tidak belok sembarangan. <br />  Meski sudah sulit mencari lahan kosong di tengah kota, saya akan bikin mini garden agar kota tidak terasa kaku dan gersang. Bisa jadi hanya berupa penataan beberapa tanaman di beberapa sudut strategis, dilengkapi bangku dan meja serta lampu hias untuk orang rehat sejenak dari rutinitas.    <br />   Pedagang kaki lima, yang selama ini dinilai membuat pemerintah sakit kepala, ditata sungguh-sungguh. Artinya, hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu. Pasar disediakan buat mereka dan tidak boleh berjualan di pinggir jalan. Buktinya, pasar pagi yang dinilai ilegal, saban pagi tetap ramai. <br />   Para pedagang kecil itu, akan disediakan gerobak dengan desain khusus yang menimbulkan daya tarik tersendiri.Mereka boleh membayar dengan cara mencicil dan setelah itu, bisa menjadi milik mereka sendiri. Jadi, tidak ada lagi tempat berdagang yang dibuat sembarangan. <br />   Para pedagang kaki lima ini, dibina dan dipantau setiap hari. Termasuk diberikan bimbingan untuk memperbesar skala usahanya. Termasuk mengenalkan mereka kepada perbankan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. <br />   Meski akan berhadapan dengan berbagai pihak yang tidak suka dengan kebijakan saya, law enforcement akan saya tegakkan, sesuai ketentuan yang berlaku. Warga kota Batam harus disiplin. Sebab, dengan disiplin akan membuat warga menghargai waktu, menaati peraturan, tahu dan taat hukum serta menghormati hak orang lain.<br />  Warga Batam haus hiburan, terutama untuk keluarga. Saya akan mendukung pengusaha swasta yang perduli dengan bisnis yang menyentuh segmen keluarga. Bisa taman safari, wisata alam dan pantai, water boom dan lain sebagainya. Meski investasinya besar, bisa berkembang untuk jangka panjang karena struktur penduduk Batam berusia produktif dan punya satu atau dua anak.<br />   Saya juga akan membentuk tim dari beberapa karyawan kreatif yang merancang berbagai even baik domestik,regional maupun internasional. Sebab, dengan even akan menarik minat orang berkunjung ke Batam. Toh, selama ini Batam sudah punya nama dan menempati urutan ketiga nasional kedatangan wisatawan di republik ini. <br />   Agar berbagai kegiatan tersebut waktunya tidak berbenturan, saya akan mengumpulkan semua pihak termasuk sponsor, agar memberikan jadwal kegiatannya, selama setahun ke depan. Kegiatan tersebut, akan dipajang di billboard utama kota agar bisa diketahui publik. <br />  Semua partai politik, LSM, organisasi kemasyarakatan, akan saya kumpulkan dan membuat kesepakatan bersama, saat memasang atribut partai, spanduk, umbul-umbul tidak boleh merusak keindahan kota. Mereka tinggal menyerahkan atribut dan bendera ke Pemko yang akan membantu memasang dan membuka kembali secara teratur dan rapi. <br />  Program lain yang akan menjadi perhatian saya tentu saja pendidikan. Sebab, Batam tidak mampu menampung ledakan murid setiap tahun. Bisa saja, ruko-ruko kosong, dimanfaatkan sementara untuk ruang kelas, agar tidak ada yang tidak bisa sekolah. Daripada kosong dan akhirnya rusak? <br />    Saya tidak akan menjanjikan pendidikan dan kesehatan gratis. Lebih baik saya meningkatkan kesejahteraan guru dan paramedis dulu dan meminta mereka meningkatkan kualitas pelayanannya. Namun, pemberian beasiswa akan saya tingkatkan tiga kali lipat untuk mendorong siswa berprestasi. Saya tidak mau terjebak dengan janji-janji muluk, teryata hanya pepesan kosong belaka. Toh, belum tentu juga saya jadi wali kota kan? <br />  Bisa jadi, Anda mengejek dan mencemooh saya sebagai orang yang terlalu percaya diri dan narsis. Tapi, biar sajalah. Toh, Anda juga tidak menunjukkan tanda-tanda mau memimpin Batam sebagai wali kota. Atau, bisa jadi ada anggapan ini hanya khayalan belaka. Soalnya, jangankan jadi wali kota, Anda kan belum pernah menjadi Ketua RT sekalipun. <br />  Saya mengutip enam sikap orang yang paliung tidak efektif dari milis di internet. Yakni, kehilangan sikap. Orang-orang biasanya mendapatkan apa yang mereka harapkan dari hidup mereka. Harapkan yang terburuk, dan itulah yang akan Anda peroleh. Kedua, berhenti berkembang. Orang-orang adalah apa mereka adanya, dan ke mana mereka menuju disebabkan oleh apa yang ada di dalam pikiran mereka.<br />   Ketiga, tidak memiliki rencana dalam hidup. Sebagaimana yang dikatakan oleh William Feather, penulis dari The Business of Life,&#8221;Ada dua jenis kegagalan: orang yang mempunyai rencana tanpa bertindak apa-apa, dan orang yang bertindak tanpa rencana apa-apa.&#8221;<br />     Keempat, tidak bersedia berubah. Beberapa orang memilih lebih baik berpegangan pada<br />apa yang mereka benci daripada memeluk apa yang mungkin lebih baik karena mereka takut memperoleh sesuatu yang lebih buruk.<br />     Ketiga, gagal dalam berhubungan dengan orang lain. Orang-orang yang tidak dapat bergaul dengan orang lain mungkin tidak akan pernah bergerak maju dalam hidupnya. Keempat, tidak mau membayar harga kesuksesan. Jalan menuju sukses selalu menanjak. Setiap orang yang ingin memperoleh harus mengorbankan banyak. Dan yang keenam, penghargaan yang tertinggi untuk pekerjaan Anda bukanlah apa yang Anda dapat karenanya, tapi siapakah Anda jadinya olehnya. ***<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/program-saya-jadi-wali-kota-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Wali Kota Masa Depan</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/program-wali-kota-masa-depan/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/program-wali-kota-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 06:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panggilakubos.wordpress.com/2008/04/24/program-wali-kota-masa-depan/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai warga kota, saya memimpikan Batam menjadi kota yang hebat. Kota ini berpotensi jadi kota megapolitan dan dikenal secara global. Masyarakatnya dinamis. Kota ini diisi oleh orang-orang profesional, sejahtera dan modern. Inilah beberapa program saya, seandainya suatu saat saya menjadi wali kota Batam. Sadar atau tidak, selama ini di Batam terjadi survival of fittes atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai warga kota, saya memimpikan Batam menjadi kota yang hebat. Kota ini berpotensi jadi kota megapolitan dan dikenal secara global. Masyarakatnya dinamis. Kota ini diisi oleh orang-orang profesional, sejahtera dan modern. Inilah beberapa program saya, seandainya suatu saat saya menjadi wali kota Batam. <br /><span class="fullpost"><br />Sadar atau tidak, selama ini di Batam terjadi survival of fittes atau seleksi alam. Bagi yang kuat, bertahan dan berhasil meningkatkan taraf hidupnya. Sebaliknya, tak sedikit pula yang kalah, bangkrut dan akhirnya pergi meninggalkan Batam.  <br />  Biasanya, seorang calon wali kota wajib menyusun program yang akan dijualnya kepada pemilihnya. Programnya hebat-hebat. Ini untuk meyakinkan orang, agar memilih dia. Saya juga menyusun program, seandainya suatu saat saya terpilih sebagai wali kota. <br />   Bedanya, program ini sederhana saja, tapi fokus. Kalaupun saya gagal jadi wali kota, calon-calon lain, atau wali kota terpilih, bisa mengadopsi program saya ini. Tidak apa-apa. Demi kebaikan kita bersama sebagai warga Batam. Jika calon lain itu jujur dan tidak plagiator, ia akan bicara dengan saya, bahwa ia menyadur gagasan saya. Jika tidak? Ya tidak apa-apa.  <br />    Apa saja program saya sebagai wali kota Batam? Pertama, membangun jalan raya. Sebab, jalan raya adalah urat nadi perekonomian. Jalan raya di Batam adalah wajah Indonesia yang menjadi etalase ke negara jiran. Bandingkanlah jalan di Singapura dan Malaysia dengan Batam. Sungguh kualitasnya beda jauh. <br />  Lihatlah kualitas jalan protokol, dari bandara Hang Nadim sampai ke Nagoya. Penuh lubang, bekas tambalan dan bergelombang. Padahal, baru beberapa bulan diaspal ulang. Jalan yang tidak berkualitas, tidak hanya membuat ekonomi tersendat, juga menyebabkan banyak nyawa melayang. <br />   Yang dituduh penyebab jalan rusak gara-gara hujan dan banjir menggenangi bahu jalan. Atau, alasan klasik minimnya anggaran. Sementara, banyak jalan dibangun tanpa gorong-gorong dan kendaraan berat bebas melenggang. <br />  Jika saya jadi wali kota, saya akan bangun ulang jalan raya yang bersifat permanen dan memenuhi kebutuhan jangka panjang. Kendaraan dengan tonase yang melebihi daya dukung jalan, tidak boleh melintas sembarangan. Harus lewat jalur alternatif atau jalan tanah, agar tanah yang diangkut tidak berceceran di jalan. <br />  Kedua, program lingkungan dan pengijauan total. Saya merindukan Batam yang nyaman, asri dan tertata. Banyak warga yang mengeluh, udara kota ini panas sekali dan membuat orang tidak betah berlama-lama di kota ini. <br />  Selama ini, pemerintah&#8211;siapapun dia, baik Otorita maupun Pemko&#8211;tak perduli dan main babat saja. Tidak hanya menebangi pohon, hutan lindung dan bukit pun dibabat. Kalau saya jadi wali kota, stop semua tindakan yang tidak bersahabat dengan lingkungan. <br />  Pernahkah Anda perhatikan tangan supir taksi. Banyak yang tangannya hitam sebelah. Kebiasaan para supir itu, menyetir sambil mengeluarkan tangan kanannya. Akibatnya, tangannya hitam dan belang diterjang terik matahari. <br />   Saya akan keras dengan developer yang seenaknya menebang hutan dan mengambil tanah <br />perbukitan untuk timbunan. Yang melanggar, akan saya umumkan secara terbuka dan masuk daftar hitam pengusaha tak ramah lingkungan. Ini agar publik  tahu dan tidak tertarik membeli rumahnya. <br />  Janji-janji membuat fasilitas umum dan sosial, wajib dipatuhi. Drainase dan gorong-gorong, harus mereka bangun, agar kota ini tidak menjadi langganan banjir.Para pengembang, melalui REI harus menyisihkan sedikit keuntungan untuk program penataan kota.  <br />   Saya juga akan mengawasi pemotongan bukit dan penimbunan daerah rendah, lantaran kontur tanah di Batam yang berbukit-bukit. Termasuk reklamasi yang dilakukan pengembang. Sebab, reklamasi yang sembarangan malah mengakibatkan banjir lantaran buangan air ke laut makin jauh dan dataran rendah dan genangan air disulap jadi perumahan dan ruko. <br />   Selain itu, setiap pasangan yang mau menikah, wajib menanam sepuluh pohon. Ini akan menjadi kado perkawinan mereka, melihat seberapa besar pohon itu tumbuh, sampai ke anak cucunya. Bisa dibayangkan, Batam menjadi hijau dan bersih. Kita tidak perlu khawatir global warning karena Batam sudah mengantisipasi sejak dini. <br />  Saya akan menggandengn petani bunga, dan membiarkan mereka memanfaatkan row jalan dan buffer zone agar ditata sedemikian rupa sehingga Batam menjadi kota taman. Ini bukan karena saya sejak setahun lalu saya juga menjadi petani bunga di depan rumah saya. Setidaknya, saya membuka sedikit lapangan kerja, memperindah lingkungan dan warga pun senang. <br />  Ketiga, program penataan pasar. Pasar induk, akan saya bongkar karena pedagang tidak memerlukan pasar seperti museum, cukup los-los untuk menggelar dagangan dan parkir yang cukup. Padahal, pasar yang dikelola swasta, cukup berhasil menarik pengunjung. Tentu ada yang salah dengan pasar-pasar yang sudah dibangun tapi gagal menjalankan fungsi tempat bertemunya pedagang dan pembeli. Nah, cukup tiga program dulu, setelah itu akan saya sampaikan kepada Anda program lainnya. ***       <br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/program-wali-kota-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wali Kota dan Rumus 5=2+2+1</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/wali-kota-dan-rumus-5221/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/wali-kota-dan-rumus-5221/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 09:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panggilakubos.wordpress.com/2008/04/23/wali-kota-dan-rumus-5221/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak mudah jadi wali kota di era reformasi dan Pilkada langsung ini. Selain modal uang dan tampang, juga harus punya perahu partai politik. Saat seseorang maju jadi calon, ia sudah didekati dan mendekati berbagai elemen masyarakat. Sehingga, kini dikenal rumus: 5 = 2 + 2 + 1. Dan saya tidak mau jadi wali kota seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak mudah jadi wali kota di era reformasi dan Pilkada langsung ini. Selain modal uang dan tampang, juga harus punya perahu partai politik. Saat seseorang maju jadi calon, ia sudah didekati dan mendekati berbagai elemen masyarakat. Sehingga, kini dikenal rumus: 5 = 2 + 2 + 1. Dan saya tidak mau jadi wali kota seperti pola itu.  <br /><span class="fullpost"><br />Artinya, lima tahun berkuasa, dua tahun balas budi, dua tahun cari uang agar balik modal dan setahun siap-siap untuk maju lagi. Pertanyaannya, apakah sang wali kota masih memikirkan dan berbuat untuk rakyat yang memilihnya?  </p>
<p>   SAAT seseorang maju jadi calon wali kota, ada dua arus yang akan mengapungkannya, dan bisa jadi akan menenggelamkannya. Yang pertama, investor politik. Mulai dari partai politik, tim sukses, tim kampanye, sampai ke tokoh-tokoh masyarakat seperti RT dan RW yang akan menjadi mesin pendulang suara. <br />  Kedua, investor ekonomi. Mulai dari pengusaha, simpatisan, broker dan calo politik, hingga keluarga yang punya dana. Nah, pada saat ia menjadi wali kota, kedua arus besar tadi akan menagih janji, meminta imbalan proyek, serta berbagai keuntungan finansial berlipat ganda. <br />  Jadi, jangan heran. Ketika wali kota baru dilantik, antrian panjang kedua arus ini segera mendaftar. Alasan klasik, menghadap pak wali kota. Lihatlah daftar tamu di kantor wali kota. Wacana calon independen, setidaknya bisa meminimalisir keharusan berhadapan dengan kedua arus besar itu tadi. <br />    Saat menjelang pemilihan wali kota tiba, kasak-kusuk tim sukses dan kelompok-kelompok kepentingan, segera meruap. Beberapa calon yang tadinya berminat maju ke bursa pemilihan, banyak yang kandas di tengah jalan dengan berbagai alasan. Yang paling sering menjadi sandungan adalah keterbatasan uang dan tidak punya perahu partai politik yang mengusungnya. <br />   Saat-saat terakhir, calon potensial itu tadi harus menyingkir lantaran tak punya cukup uang menyetor untuk mengisi pundi-pundi pentolan partai. Atau karena tidak menemukan pasangan yang tepat karena kartu truf di tangan partai. Apalagi, energinya sudah terkuras menjelang babak penentuan siapa calon yang akan diusung. <br />  Beberapa hari ini, saya berdiskusi dan berdebat dengan beberapa teman di Graha Pena, soal keinginan saya mencalonkan diri sebagai wali kota. Seperti Senin (21/4) sore, saya berdebat dengan Ngaliman, calon anggota KPUD Batam, Taman Tamba aktivis Angkatan Muda Partai Golkar, dan Jamil yang pernah menjadi rekdaktur opini dan menyusun buku soal pencalonan wali kota. <br />    &#8221;Saya dukung Anda sekarang, tapi nanti belum tentu,&#8221; kata Tamba. Secara politis, ia ingin menegaskan, begitulah politik. Ia menyarankan agar saya mendekati partai tertentu. Itulah masalahnya. Saya tak pernah aktif di partai. Tamba termasuk yang sangat percaya kekuatan partai sebagai mesin politik. <br />   Ngaliman lain lagi. Ia menganjurkan agar saya membangun akses yang luas dan nanti akan menjadi kendaraan saya mendulang dukungan. Ia menekankan, perlunya nilai jual seseorang agar dilirik partai. Sedangkan Jamin, lebih memposisikan diri sebagai penhamat dan melihat kemana arah pembicaraan mengalir. <br />   Mungkin saya terlalu percaya diri. Belum apa-apa sudah mencalonkan diri. Tapi, itu lebih baik agar orang lain tahu, apa yang ada dalam pikiran saya. Jika orang lain memilih menahan diri agar tidak menjadi sasaran tembak, sebaliknya, penolakan terhadap keinginan saya menjadi wali kota, akan menjadi latihan jangka panjang. Sekecil apapun penolakan itu. <br />   Yang meragukan kemampuan saya, sudah terbaca dari usulan agar saya cukup jadi wakil saja. Saya tidak mau. Saya mau jadi wali kota, satu periode saja. Waktu lima tahun cukuplah untuk berbuat sesuatu untuk masyarakat Batam. Hasan Aspahani membesarkan hati saya. &#8221;Dulu, kita tahulah siapa orang-orang yang maju ke bursa pemilihan itu. Tapi, ternyata mereka bisa. Malah, George Bush punya blog sehingga orang bisa membaca pikiran dan gagasannya,&#8221; katanya. <br />    Politik memang pas dilambangkan dengan Dewa Janus, dewa bermuka dua yang menghadap ke kiri dan ke kanan. Artinya, politik memang ibarat dua sisi mata uang dan sama dengan sifat manusia. Ada benci, ada cinta. Ada konflik, ada kerjasama. Ada rindu dan ada dendam. <br />   Mereka yang benci politik, sering mengatakan bahwa politik itu kotor. Tapi, mereka yang lain mengatakan, dengan politik mengatur negara dan mencapai tujuan bersama. Politik memang paradoksal. <br />   Partai bisa digunakan untuk mesin untuk mencari dan menjalankan kekuasaan, bisa pula dipakai untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Tidak heran, ada yang memilih berada di luar partai, ada pula yang masuk ke dalamnya.    Jabatan wali kota adalah jabatan politis. Sehingga, untuk menggapainya, diperlukan langkah-langkah politik. Misalnya, mencari dukungan sebanyak mungkin, menggunakan kekuatan partai, membentuk tim sukses dan sebagainya. <br />Saya, sejauh ini tidak melakukan apa-apa. Keinginan menjadin wali kota, baru sebatas melontarkan gagasan kepada Anda di blog ini.  <br />   Secara akademis, saya paham politik. Sebab, saya memilih mendalami sosiologi politik. Secara teori dan analisis, saya menggunakan pendekatan para pakar dan kepekaan terhadap data dan fakta di lapangan. Sampai saat ini, saya belum tertarik masuk ke partai politik. <br />  Artinya, keinginan saya menjadi wali kota, hanya keinginan berbuat sesuatu untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat di Batam. Yang jelas, saya sudah menyatakan keinginan saya. Setuju atau tidak, mendukung atau tidak mendukung, bahkan abstain sekalipun, terserah Anda&#8230;.***<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/wali-kota-dan-rumus-5221/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Masa Depan</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/wali-kota-masa-depan/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/wali-kota-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 11:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panggilakubos.wordpress.com/2008/04/21/wali-kota-masa-depan/</guid>
		<description><![CDATA[Tulis Ringkasan Postingan AndaTulis Akhir Postingan Anda
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nid0XmFBDBc/SAx3dZWrX9I/AAAAAAAAACI/a0GumgrN7HE/s1600-h/socrates+edit.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;margin:0 auto 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_nid0XmFBDBc/SAx3dZWrX9I/AAAAAAAAACI/a0GumgrN7HE/s400/socrates+edit.jpg" border="0" /></a><br />Tulis Ringkasan Postingan Anda<br /><span class="fullpost"><br />Tulis Akhir Postingan Anda<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/wali-kota-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
