<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Socrates on New Media &#187; batampos</title>
	<atom:link href="http://thesocratesmedia.com/category/batampos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thesocratesmedia.com</link>
	<description>The Journey of My Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 09:14:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Batam Pos yang Terbaik,  Koran Nomor 1  di Kepri</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/batam-pos-yang-terbaik-koran-nomor-1-di-kepri/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/batam-pos-yang-terbaik-koran-nomor-1-di-kepri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[batampos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, BP&#8211;Lagi, surat kabar Harian Pagi Batam Pos dinobatkan menjadi koran nomor satu dan paling sering dibaca di Provinsi Kepulauan Riau. Kesimpulan itu diperoleh dari hasil survei Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dan Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) yang dirilis 19 Agustus 2009 di Jakarta.
Studi tentang prilaku masyarakat dalam mengkonsumsi media massa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">JAKARTA, BP&#8211;Lagi, surat kabar Harian Pagi <em>Batam Pos</em> dinobatkan menjadi koran nomor satu dan paling sering dibaca di Provinsi Kepulauan Riau. Kesimpulan itu diperoleh dari hasil survei Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dan Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) yang dirilis 19 Agustus 2009 di Jakarta.<span id="more-274"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Studi tentang prilaku masyarakat dalam mengkonsumsi media massa tersebut dipaparkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SPS. Survei tersebut dilakukan dari tanggal 23 Juni sampai tanggal 29 Juni 2009 dengan jumlah sampel 2.971 responden. Komposisinya, 49,9 persen wanita dan 50,1 persen laki-laki serta 49,5 persen pembaca dewasa dan 50,5 persen pembaca remaja. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Direktur Eksekutif Serikat Penerbit Suratkabar, <span> </span>Asmono Wikan menga-takan, dalam survei tersebut, responden dipilih secara acak, distratifikasi tidak proporsional pada masing-masing kota <em>(unproportional stratified random sampling), </em>seimbang secara gender dan kategoris (remaja dan dewasa).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan kuisioner dengan tingkat kepercayaan 95%, wawancara mendalam serta melalui <em>focus group discussion</em> (FGD). Survei tersebut dilakukan di 15 kota besar di Indonesia yakni di Jakarta, Medan, Pekanbaru, Batam,  Palembang,  Padang, Bandung,  Semarang,  Yogyakarta, Surabaya, Denpasar,  Banjar-masin, Pontianak, Makassar dan Manado. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">’’Survei ini merilis tentang suratkabar paling sering dibaca di masing-masing kota. Di Batam, yang paling sering dibaca adalah <em>Batam Pos</em>,’’ kata Asmono Wikan kepada wartawan koran ini, tadi malam seraya menyebutkan, survei ini menegaskan bahwa media lokal memiliki <em>positioning</em> yang sangat kuat dan menjadi raja di daerahnya,’’ katanya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dikatakannya, pertanyaan utama kepada responden tentang koran apa yang paling sering Anda baca? Jawabnya adalah <em>Batam Pos</em>. Menurut As-mono, selain menegaskan posisi koran lokal di daerahnya, kegamangan media cetak menghadapi penetrasi internet belum signifikan. Sebab, ternyata sebanyak 67,1% responden mengakses internet di warnet, 19,3 % di rumah dan 7,9% di kantor. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Survei ini juga membuktikan, kendati belanja iklan lebih banyak diraih media elektronik seperti televisi,<span> </span>ternyata surat kabar masih merupakan media yang efektif untuk memasang iklan. Iklan yang diperhatikan responden di televisi 84,2 % sementara di suratkabar mencapai 67,3%. ‘’Artinya, media cetak masih efektif untuk beriklan. Sebab, iklan yang terbit di surat kabar juga dibaca oleh pembaca media cetak,’’ papar Asmono Wikan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Iklan yang menarik perhatian pembaca surat kabar, ternyata adalah iklan produk yang berhubungan dengan gaya hidup masyarakat urban dan perkotaan seperti iklan<span> </span>fashion dan kosmetik (16,1%) iklan otomotif (15,5%) kebutuhan rumah tangga dan makanan (15,3%) handphone dan asesoris (15,1%) elektronik (10,8%), lowongan kerja (6,3%) properti (3,3%)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> Sementara itu, hasil survei Nielsen Media Research yang dirilis pada tahun 2006, <em>Batam Pos</em> merupakan koran dengan pembaca terbanyak atau oplah terbesar di Kepulauan Riau yakni sebanyak 141.000 pembaca. Meleng-kapi survei pembaca ini, survei Nielsen Media Research pada tahun 2007 menyebutkan, <em>Batam Pos</em> merupakan peringkat keempat koran dengan tayangan iklan terbanyak di seluruh Indonesia. Saat itu, Batam Pos menggungguli <em>Riau Pos</em> Pekanbaru dan <em>Analisa</em> Medan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemimpin Umum Batam Pos, Socrates mengatakan, dari tiga hasil survei yang dilakukan lembaga yang kompeten menyebutkan, <em>Batam Pos</em> dengan oplah terbesar, tayangan iklan nomor 4 secara nasional dan kali ini merupakan koran yang paling sering dibaca,<span> </span>ini menunjukkan, Batam Pos memiliki kelas tersendiri di mata pembaca dan pemasang iklan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Seperti diketahui, Nielsen Media Research adalah lembaga survei bertaraf internasional. Sedangkan Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) sebuah lembaga swadaya masyarakat nirlaba dan otonom yang didirikan sekelompok cendekiawan dan aktivis mahasiswa sejak tahun 1971. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">‘’Kami berterima kasih pada seluruh masyarakat Kepulauan Riau. Kami besar karena pembaca dan pemasang iklan dan selalu ingin menjadi yang terbaik. Teman-teman di seluruh divisi telah bekerja dengan baik. Mereka adalah tim yang luar biasa,’’kata Socrates, senang. <strong>(ara)</strong></span><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/batam-pos-yang-terbaik-koran-nomor-1-di-kepri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Rida Award, Dahlan Iskan Award ke Adinegoro</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/dari-rida-award-dahlan-iskan-award-ke-adinegoro/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/dari-rida-award-dahlan-iskan-award-ke-adinegoro/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 08:42:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[batampos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesocratesmedia.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[ 
Sungguh, saya bangga dengan prestasi kawan-kawan di Batam Pos. Dan itu terjadi saat saya menjadi pemimpin di surat kabar tersebut. Paling tidak, saya bisa mendorong mereka menuai prestasi sehingga seluruh karyawan kecipratan bangganya.
 Tiga tahun lalu, tak terbayang kawan-kawan bisa sehebat ini. Namun, Imanuel Sebayang dan Iman Wahyudi dua fotografer Batam Pos, ternyata sudah masuk nominasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p class="MsoNormal">Sungguh, saya bangga dengan prestasi kawan-kawan di Batam Pos. Dan itu terjadi saat saya menjadi pemimpin di surat kabar tersebut. Paling tidak, saya bisa mendorong mereka menuai prestasi sehingga seluruh karyawan kecipratan bangganya.</p>
<p class="MsoNormal"> <span id="more-260"></span>Tiga tahun lalu, tak terbayang kawan-kawan bisa sehebat ini. Namun, Imanuel Sebayang dan Iman Wahyudi dua fotografer Batam Pos, ternyata sudah masuk nominasi di Salon Foto Indonesia 2005. Untuk karya foto jurnalistik, juaranya dua dari Batam Pos dan dua dari Jawa Pos.</p>
<p class="MsoNormal">Saya senang ketika Imanuel senang sekali ketika prestasinya itu saya pasangkan iklan di koran. Tidak apa, agar mereka lebih termotivasi meraih prestasi, pikir saya. Harapan saya terkabul. Satu demi satu prestasi bergengsi diraih dan menaikkan citra Batam Pos sebagai media kelas satu.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Beberapa prestasi di tingkat lokal pun diterima pada tahun 2007. Antara lain, juara satu lomba foto dan tulisan yang diadakan PLN Batam yang direbut Iman Wahyudi dan Imanuel mendapat penghargaan Lomba Foto Konstruksi Indonesia dengan obyek jembatan Barelang. Dan juara satu lomba foto Rida Award 2007.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Pada tahun 2008, prestasi kawan-kawan makin mencorong. Yusuf yang sebelumnya juara Rida Award yang diikuti belasan media di Riau Pos Grup, digeser Iman Wahyudi menjadi juara satu. Namun, Yusuf juara satu pada lomba foto Telkomsel. Lomba tulisan, secara mengejutkan dimenangkan Robby Patria, juga dari Batam Pos. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Menang lomba Rida Award saja (saya pernah jadi nominator tahun 2007) Ssaja sudah hebat. Sebab, lomba ini diikuti teman-teman dari 13 surat kabar di lima provinsi, Riau, Sumbar, Aceh, Sumut dan Kepri. Lomba yang digelar Telkomsel juga tingkat regional. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Pada tahun 2008, Muhammad Iqbal untuk pertama kali memenangkan Dahlan Iskan Award. Bayangkan, lomba ini diikuti oleh lebih 80 media di Jawa Pos Grup. Dan Iqbal, wartawan berkaca minus yang matanya harus dekat sekali ke komputer agar bisa membaca itu, memenangkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Saya senang membaca tulisan Iqbal. Ia menulis mengalir dan runtun. Mungkin ia terpengaruh dengan majalah Tempo yang mengusung slogan, enak dibaca dan perlu. Tulisannya tentang pernikahan beda bangsa yang sering terjadi di Batam keluar sebagai juara. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Namun, kemenangan itu, meski kawan-kawan sudah merebut yang terbaik di Riau Pos Grup dan Jawa Pos Grup, mungkin bagi orang luar dianggap biasa-biasa saja. Sebab, ini kan perlombaan dalam satu grup. Nah, ketika Muhammad Nur merebut juara Adinegoro, saya mengatakan, ini bukti bahwa teman-teman di Batam Pos memang pantas jadi yang terbaik. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Saya menerima surat pemberitahuan lomba Adinegoro dari PWI Pusat karena saat itu saya masih menjabat ketua PWI Cabang Kepri. Surat itu dicopy, lalu saya serahkan kepada Amri Sekretaris PWI agar disebarluaskan kepada kawan-kawan di media lain. Untuk Batam Pos, saya langsung memberikan kepada Iqbal karena ia adalah koordinator liputan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Ternyata, Nur mengukir sejarah. Untuk pertama kalinya, tidak hanya Batam Pos, juga seluruh wartawan dari Kepulauan Riau, menggondol supremasi tertinggi dari organisasi wartawan terbesar di Indonesia: Adinegoro 2008. Kabar ini saya terima dari Pimpinan Redaksi Batam Pos Hasan Aspahani yang menyampaikan dengan riang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Orang yang pertama saya kabari adalah Pak Rida K Liamsi. </span><span lang="FI">Oh, ya? Hebat. </span><span lang="SV">Sampaikan ucapan selamat dari saya ya. Begitu SMS-nya. Lalu disusul pesan agar tulisan tersebut dikirim ke seluruh anak perusahaan dan grup Jawa Pos sebagai acuan penulisan. Lalu, SMS dari Pak Zainal Muttaqin, Wadirut Jawa Pos. Alhamdulillah, semoga disusul prestasi hebat lainnya oleh saudara-saudara kita di Batam Pos.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Ucapan selamat melalui SMS berkiriman. Dari mantan Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam juga menulis. Wah, Batam Pos hebat. Juga Guntur Sakti, mantan humas Pemko yang memuji. Ketua Otorita Batam Mustafa Wijaya malah langsung menelepon saya. ’’Wah, selamat ya. Ini penghargaan tertinggi untuk wartawan secara nasional. Saya menyampaikan apresiasi untuk Nur dan Batam Pos,’’ katanya. Hebatnya pula, Pak Mustafa langsung order pasang iklan, ha..ha&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Prestasi yang diraih Batam Pos tidak hanya itu. </span><span lang="FI">Pada tahun 2007, pertumbuhan usahanya nomor satu. Pada tahun 2008 juga mendapat penghargaan perusahaan dengan kinerja terbaik. Juga nomor satu sebagai perusahaan yang menerapkan Coorporate Social Responsibility (CSR) yang membagikan 17 kursi roda untuk anak lumpuh layu bersama Yayasan Maria Monique, pada ulang tahun Batam Pos ke sepuluh tanggal 10 Agustus 2008 lalu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Ya, lengkap sudah. Tapi, semoga ini tidak membuat kami jumawa dan besar kepala. Apalagi cepat puas. Ketika Hendri<span>  </span>Anak Rahman, ketua KPU Batam yang juga mantan wartawan itu menyalami saya memberi selamat, saya berkata,’’ Ya, setelah ini mudah-mudahan kami dapat Pulitzer,’’ kata saya. Ia tertawa. Tapi, siapa tahu dan mengapa tidak? ****</span></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/dari-rida-award-dahlan-iskan-award-ke-adinegoro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Family Gathering Batam Pos</title>
		<link>http://thesocratesmedia.com/family-gathering-batam-pos/</link>
		<comments>http://thesocratesmedia.com/family-gathering-batam-pos/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 10:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>socrates</dc:creator>
				<category><![CDATA[batampos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panggilakubos.wordpress.com/2008/04/30/family-gathering-batam-pos/</guid>
		<description><![CDATA[Seru, akrab dan penuh canda dan gelak tawa. Begitulah suasana ketika seluruh keluarga besar Batam Pos mengadakan acara bersama keluarga, pada family gathering dan Fun Day 2008 di Batam View Resort, Nongsa Sabtu (26/4) pekan lalu, sejak pagi hingga sore harinya. Pada hari itu, kami rehat sejenak, melepas penat berkumpul bersama anak-anak dan istri serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp3.blogger.com/_nid0XmFBDBc/SBhKIFq1ruI/AAAAAAAAACQ/ClXt0_4V43w/s1600-h/rame.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_nid0XmFBDBc/SBhKIFq1ruI/AAAAAAAAACQ/ClXt0_4V43w/s400/rame.jpg" border="0" /></a><br />Seru, akrab dan penuh canda dan gelak tawa. Begitulah suasana ketika seluruh keluarga besar Batam Pos mengadakan acara bersama keluarga, pada family gathering dan Fun Day 2008 di Batam View Resort, Nongsa Sabtu (26/4) pekan lalu, sejak pagi hingga sore harinya. <br /><span class="fullpost"><br />Pada hari itu, kami rehat sejenak, melepas penat berkumpul bersama anak-anak dan istri serta keluarga besar Batam Pos setelah sehari-hari  bertemu dalam kesibukan dan rutinitas kerja. Family Gathering juga berkesempatan bertatap muka dan menjalin silaturahmi antar karyawan yang tidak selalu bertemu. <br />   Ada yang bekerja dari pagi sampai sore seperti bagian administrasi, keuangan dan umum, ada yang masuk sore hingga malam seperti redaksi, ada pula yang masuk subuh sampai pagi seperti ekspedisi dan distribusi serta pemasaran.  <br />   Acara kali ini, mengusung tema perduli lingkungan: One Earth Stop Global Warning dengan kaos warna hijau.  Ini bukan latah. Tapi, keluarga besar Batam Pos perduli lingkungan. Tahun lalu, acaranya khusus buat karyawan dalam bentuk outbond yang dinamakan Batam Pos Extrem Chalenge di Haris Resort. <br />   Ratusan karyawan bersama keluarga, langsung berbaur dalam berbagai permainan. Mulai dari balap karung, bakiak, volley ball hingga tepuk bantal. Ada pula yang memilih berenang, keliling naik banana boat dan menjajal jetsky. Kendati sempat diguyur hujan, tidak mengurangi keceriaan anak-anak dan karyawan. <br />   Sorenya, acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Yakni, pembagian ratusan hadiah lucky draw. Mulai dari kebutuhan keluarga seperti magic com, mixer,  home teathre, hingga televisi, kulkas dan sepeda motor. Lilis Lishatini, beruntung mendapat Honda Revo. Ia mengangkat tinggi-tinggi kunci motor sambil tersenyum lebar.    Namun, yang lain tetap gembira. Sebab, semua karyawan dapat hadiah. <br />  Kebersamaan seluruh karyawan merupakan kekuatan Batam Pos selama ini.  Tahun 2007 Batam Pos menempati rangking satu di Riau Pos Grup dengan kinerja usaha terbaik dan di awal tahun 2008 ini, dua wartawan Batam Pos mendapat penghargaan Dahlan Iskan Award. Musuh kami bukanlah media cetak sejenis yang mencoba mengikuti langkah-langkah kami, tapi musuh utama kami adalah diri sendiri, seperti sikap malas, tidak disiplin, merasa hebat sendiri, arogan, congkak dan sombong. Selain itu, kami akan berhadapan dengan pemilik laptop yang makin lama makin murah, dan orang bisa online dimana saja lantaran makin meluasnya hotspot dan murahnya tarif internet. Kalau sudah begitu, buat apa lagi orang berlangganan koran? ***</p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesocratesmedia.com/family-gathering-batam-pos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

