Helikopter ala Alexis
Hotel bintang empat itu kini ganti nama dari Grand Ancol menjadi Alexis. Hotel itu kini terkenal dengan bisnis esek-esek yang digemari orang dari berbagai daerah di Jakarta. Inilah praktik bisnis prostitusi terang-terangan dan terkenal dengan gaya helikopter dan melibatkan pelacur antar bangsa.
Tragedi Kematian Koran
udah lama wartawan senior itu tak menelepon. Kabar yang disampaikannya cukup mengejutkan. Meski ini sering terjadi, tetap saja bagi saya berita ini sebuah tragedi. Ya, tragedi kematian sebuah surat kabar yang makin sering terjadi sejak reformasi. Apakah gejala ini hanya di Indonesia? Ternyata tidak.
Jadi Caleg, Euy!
Istilah caleg alias calon legislatif, merebak ke seantero negeri. Saat nama-nama caleg didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum, siapa yang perduli, seperti apa ya kira-kira gaya caleg kita nanti? Betapa enaknyajadi caleg menurut kacamata seorang lelaki Sunda yang sudah empat bulan di Batam. Jadi caleg, euy! Read more
Agustus yang Melelahkan
Bulan Agustus 2008 bagi saya punya catatan tersendiri. Bulan ini cukup melelahkan. Baik secara fisik maupun pikiran. Berkejaran dengan waktu, seperti berada di stasiun kereta api melihat sepur terus menjauh. Namun, tetap ada sisi lain yang membahagiakan. Itulah kehidupan.
Batam Pos Sepuluh Tahun (2)
Ada banyak kisah dibalik nama Batam Pos, yang selama tiga tahun, tepatnya dari 14 Februari 2000 sampai 17 Januari 2003 hingga berganti menjadi koran umum. Tentu tidak mudah juga bagi kawan-kawan di Sijori Pos berubah nama menjadi Batam Pos.
Batam Pos 10 Tahun (1)
TANGGAL 10 Agustus 2008. Harian Pagi Batam Pos berusia sepuluh tahun. Perjalanan surat kabar nasional pertama dari Batam ini, penuh dinamika dan berhasil menempatkan dirinya sebagai media berpengaruh di Kepulauan Riau. Banyak nama yang memberi warna eksistensi surat kabar ini. Saya ingin mencatatnya sebagai kaca pantul dan menatap ke masa depan.
Suksesi Ketua PWI (3)
Penyampaian visi dan misi calon Ketua Umum PWI tentu sangat menentukan, apakah seorang calon layak memimpin organisasi wartawan tertua dan terbesar di tanah air ini. Margiono akhirnya menang mutlak dan jauh meninggalkan pesaingnya. Inilah bagian terakhir suksesi ketua umum PWI Pusat.
Suksesi Ketua PWI (2)
Kendati sering dihujat terutama awal reformasi dan dianggap berbau Orde Baru, hanya PWI yang mampu menggelar Hari Pers Nasional, Porwanas, Konkernas serta Kongres secara konsisten. Padahal,untuk pergi ke Aceh atau Papua, bukan sesuatu yang mudah.
Suksesi Ketua PWI (1)
Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke XXII di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam baru saja berakhir. Margiono, yang juga CEO Rakyat Merdeka Group, menang mutlak dan terpilih menjadi Ketua Umum PWI, menggantikan Tarman Azzam yang menjabat selama dua periode. Bagaimana lika-liku pemilihan itu dan wartawan menjalankan organisasi dan berdemokrasi?


